Dakwah Kampus (Kata Mereka)

“Saya menolak anggapan bahwa LDK (Lembaga Dakwah Kampus) adalah utama, atau yang “ter-“, dalam kemajuan kampus. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa LDK dalam beberapa waktu terakhir (sejak 2005) terlihat lebih “segar”. Ia tidak lagi “sekular”, hanya mengurus masalah pembacaan do’a pada akhir acara, dan spesialis ruqyah pada acara camping. Ia sudah punya wajah baru, dari mulai membuka ‘rumah baca’ untuk para adik asuh, hingga membangun gerakan intelektual dari masjid kampus sebagai pelopor budaya baru civitas academica yang tak melulu teori namun juga perjuangan akar rumput.”

(Arya Sandiyudha, dalam “Epilog Merawat Kaum Revival)

 

“Jika dakwah adalah jalan yang panjang. Jangan pernah berhenti sebelum menemukan penghujungnya.
Jika dakwah bebannya berat, jangan minta yang ringan. Tapi mintalah punggung yang kuat untuk menopangnya.
Jika pendukungnya sedikit, Maka jadilah yang sedikit itu”
(Hasdi Putra, Mantan Ketua Puskomnas FSLDK Nasional)

 

Perjalanan Dakwah Kampus sudah teramat panjang, telah banyak kebaikan yang ditularkan pun melahirkan para pahlawan tuk sebuah peradaban. YA, PERADABAN! Maka jangan lagi Dakwah Kampus selalu terjebak dalam permasalahan internal hingga lupa untuk menularkan serta menyalurkan kebaikan pada masyarakat.

QADHAYA OH QADHAYA,

MARI SEGERA BERBENAH.

Tikam kebekuan dari dalam diri dan membuktikan loyalitas terbaik, dengan cara terbaik, usaha terbaik, pengorbanan terbaik, pada masa terbaik dan tempat terbaik. Hingga kelak merekapun menyadari bahwa kita adalah ‘ANAK ZAMAN’ yang sedang dinanti.

(Agus Salim (Mantan Ketua FKI Rabbani Unand) disaat penutupan materi “Pengenalan Organisasi dan Menajemen Dakwah Kampus”)

 

“Kehadiran dakwah kampus di Indonesia dua puluh tahun silam telah memberikan banyak perubahan bagi kehidupan Islam di tatanan masyarakat Indonesia. Saat ini, bukan hal yang aneh lagi bila kita melihat buku Islam tersebar dimana-mana, bertemu dengan eksekutif yang taat beragama, atau pun menjumpai tokoh muslimah yang berpengaruh di masyarakat. Semua ini bisa dikatakan sebagai kontribusi dakwah yang terlaksana di kampus yang telah bergulir selama dua dekade ini.”

(Ridwansyah Yusuf Achmad (Mantan Presiden Mahasiswa ITB), Penulis Buku “Menuju Kampus Madani”)

 

“Masalah mendasar bangsa kita yang membuat bangsa ini mundur adalah “Kepribadian”. Dakwah kampus adalah jalur tercepat dan sarana yang tepat untuk melakukan perubahan mendasar pada bangsa ini. Dari sinilah akan lahir lelaki shaleh dan wanita Sholeha yang kelak akan meneruskan tongkat estafet perjalanan bangsa ini. Dari mereka jua lah lahir anak-anak yang shalih yang siap mengemban amanah dakwah dan bangsa ini. Mereka beriman kepada Allah dan Rasulullah saw dan menyinari Islam dengan akhlaknya yang  mulia. Sehingga suatu saat nanti bangsa ini sampai pada apa yang pernah dicita-citakan oleh orang-orang dahulu. Yaitu bangsa yang makmur, sejahtera, adil, damai dan beradab.

(Doni Al Siraj, Anggota UKM FSI Nurul Jannah Univ. Bung Hatta)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s