KATANYA DUKUNG PEMBERANTASAN KORUPSI, TAPI KOK?!?

Kultwit @hafidz_ary

ada org bilang : “gw dukung KPK berantas korupsi” | eh, nyoblosnya #partaiterkorup. #split

“dukung KPK berantas korupsi” | nyoblosnya partai terkorup. bencinya sama partai terbersih. #split #sakit

“gw dukung KPK berantas korupsi” trus twitnya “jangan lupa pilih partai terkorup” “asal bukan partai terbersih”. #sakit

kok bs banyak orang #split ? banyak org #sakit dan logika di kepalanya berantem?

kalo dukung pemberantasan korupsi, ya dukung partai terbersih, partai yg berhasil mberi contoh meredam korupsi.

“krn gw benci korupsi maka gw pilih partai #terkorup” gimana bisa?

ada Partai Paling bersih, eh nyoblosnya partai Paling Korup.

ada partai paling damai, eh nyoblosnya partai paling rusuh.

ada partai yg paling sigap membantu bangsa saat terkena bencana, eh pilih partai yg duduk duduk dan datang saat pemilu aja.

ada partai yg tertib, eh malah pilih partai yg semrawut.

ada partai yg kampanyenya cerdas, malah pilih yg dangdut erotis.

sebenernya bangsa ini mau sembuh atau mau lanjutkan amburadulnya?

ada partai yg mengandalkan kerja super team, eh malah pilih partai yg berbasis figur yg dikarbit.

ada partai yg punya platform yg jelas utk republik, malah pilih partai yg bungkusan figur tp isinya kosong.

jadi sebenernya kita sebagai bangsa ini ingin Indonesia berubah atau tdk?

mengkritik KPK sambil jadi partai terbersih gak boleh, anda gak mau kritik KPK tapi milih partai terkorup?

kenapa PKS mengkritik KPK? krn PKS tau solusi pemberantasan korupsi yg sistemik. bukan skedar festivalisasi.

sebenernya ingin Indonesia berubah atau ingin mempertahankan keterpurukan?

~ Open your mind, follow your heart ~
Continue reading

Advertisements

Beginilah Seharusnya Kita Bersikap Terhadap Banyaknya Harakah (Fatwa Ulama Salafi Arab Saudi)

Fatwa nomor 4161 hal. 236

Pertanyaan: Apakah setiap muslim wajib bergabung dengan satu kelompok Islam dan harus mempunyai seorang amir Jama’ah (pemimpin kelompok), padahal ini akan membuat kaum muslimin berpecah-belah dan membuat mereka berselisih sebagaimana firman Allah Ta’ala,Dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar.” (QS. Al Anfaal: 46)

Jawaban: Kewajiban seorang muslim adalah mengikuti ajaran yang ada di dalam Kitabullah Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya Shallallahu Alaihi wa Sallam berupa perkataan, perbuatan dan keyakinan (ideologi), mencintai karena Allah, membenci karena Allah, menolong karena Allah dan memusuhi karena Allah, serta berusaha untuk menjadi orang yang paling dekat dengan kebenaran sebatas kemampuannya.
Fatwa nomor 620, halaman 237

Pertanyaan: Di dunia Islam sekarang terdapat banyak kelompok dan tarikat-tarikat sufi, seperti Jama’ah Tabligh, Ikhwanul Muslimin, Assiniyyin, Syi’ah. Manakah jama’ah (kelompok) yang benar-benar menerapkan Kitabullah dan Sunnah Rasul?

Jawaban: Jama’ah (kelompok) Islam yang paling dekat dengan kebenaran dan berusaha untuk mengaplikasikannya termasuk Ahlussunnah yaitu Ahlul Hadits, Ansharus Sunnah, Ikhwanul Muslimin.

Secara global, semua kelompok tersebut dan kelompok yang lainnya mempunyai kesalahan dan kebenaran, engkau harus bekerjasama dengan kelompok tersebut dalam hal-hal yang benar dan menjauhi hal-hal yang salah di samping tetap menasehati dan bekerjasama dalam kebaikan dan ketakwaan.

Fatwa nomor 6282 halaman 238

Pertanyaan: Jama’ah atau kelompok yang ada sekarang seperti Ikhwanul Muslimin, Jama’ah Tabligh, Jama’ah Ansharussunnah Muhammadiyah, Jam’iyah Syar’iyah, Salafi, dan kelompok yang menamakan diri mereka Takfir dan Hijrah, semua kelompok ini dan juga kelompok lainnya ada di Mesir. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana sikap seorang muslim terhadap kelompok-kelompok tersebut? Apakah hadits yang diriwayatkan Huzdaifah Radhiyallahu Anhu termasuk dalam hal ini? yaitu hadits yang berbunyi, “Maka jauhilah olehmu kelompok-kelompok itu walaupun kamu menggigit akar pohon sampai kamu mati dalam keadaan tersebut.” (HR. Muslim dalam kitab Shahih)

Jawaban: Dalam semua kelompok ini terdapat yang Haq dan Batil, begitu juga kebenaran dan kesalahan, sebagiannya ada yang lebih dekat kepada yang Haq dan kebenaran dan mempunyai manfaat yang lebih banyak daripada kelompok yang lain. Engkau harus bekerjasama dengan kelompok yang padanya terdapat kebenaran dan menasehati kelompok yang mempunyai kesalahan. Tinggalkanlah apa yang membuat kamu ragu dan ikutilah yang tidak membuat kamu ragu.

Fatwa nomor 7122

Pertanyaan: Di masa sekarang banyak terdapat jama’ah dan kelompok, semuanya mengklaim termasuk dalam Firqah Najiyah (Kelompok yang selamat), kami tidak mengetahui mana yang benar sehingga bisa kami ikuti. Kami harap Anda bersedia menunjuki kami perihal jama’ah (kelompok) yang lebih utama dan lebih baik sehingga kami mengikuti yang Haq (kebenaran) beserta dalil-dalil yang menguatkannya.

Jawaban: Semua jama’ah (kelompok) tersebut termasuk dalam kategori Firqah Najiyah (Kelompok yang selamat) kecuali jika ada kelompok yang melakukan hal-hal yang membuatnya dicap kafir dan mengeluarkannya dari pokok keimanan. Hanya saja tingkatannya berbeda-beda dari segi kekuatan dan kelemahannya sesuai dengan kebenaran yang mereka miliki dan amalan mereka dalam kebenaran tersebut, begitu juga kesalahan mereka dalam memahami dalil dan kesalahan dalam beramal. Kelompok yang lebih dekat kepada kebenaran adalah yang lebih mengutamakan dalil dalam pemahaman dan amalan. Oleh karena itu, engkau harus mengetahui titik pandang mereka, ikutilah yang mengikuti kebenaran dan berusahalah untuk selalu bersama mereka. Janganlah engkau meremehkan saudara sesama muslim sehingga engkau menolak kebenaran yang berasal dari mereka. Ikutilah kebenaran walaupun berasal dari lisan orang yang berbeda dengan engkau dalam beberapa permasalahan. Kebenaran adalah petunjuk orang mukmin, kekuatan dalil dari Al Quran dan Hadits (Al Kitab was Sunnah) merupakan hal yang memisahkan antara haq dan batil (kebenaran dan kesalahan).

Hanya Allah-lah pemilik hidayah, dan semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, keluarganya dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia

Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Wakil Ketua: Abdur Razzaq Afifi

Anggota: Abdullah bin Gadyan

Anggota: Abdullah bin Qa’ud

 

Ditulis oleh hamba yang sangat mendambakan ampuan Tuhannya,

Sumber: http://hasanalbanna.com/

http://www.hasanalbanna.com/pandangan-ulama-salafi-arab-saudi-tentang-jamaah-ikhwanul-muslimin/

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!