Adab Ketika Melakukan Syuro (Rapat/Musyawarah)

Syuro atau musyarah atau bahasalainnya rapat adalah hal yang mungkin bagi kita para aktivis merupakan bagian yang tak terpisahkan di dalam aktivitas kehidupan kita. Namun sudahkah kita mengetahui adab-adabnya? Semoga tulisan ini bisa menambah bekal kita dalam menjalankan amana di dalam organisasi, terutama dalam organisasi dakwah. Dan bagi yang sudah tahu, semoga tulisan ini semakin menguatkan.

1. Menghadiri syuro bila di undang

2. Berpenampilan yang rapi

3. Syuro diharuskan berjalan tepat waktu

4. Hadir tepat waktu, jika terlambat karena suatu hal, hendaklah yang bersangkutan menginformasikannya kepada pimpinan syuro

5. Adab-adab dalam meminta izin sebagai berikut:

  • Izin diperkenankan karena alasan syar’i
  • Izin dilakukan minimal 1 jam sebelum syuro
  • Bukan bersifat informasi atau pemberitahuan
  • Jika tidak diizinkan maka harus mengikuti syuro

6. Menjaga pergaulan ikhwan dan Akhwat (QS. 14: 31-32):

  • Tidak berkhalwat (berdua-duaan)
  • Ikhtilat (Bercampur baur tanpa ada batasan)
  • Ghodul bashar (menjaga pandangan)

7. Adab Pimpinan Syuro:

  • Memimpin syuro dengan adil
  • Mensosialisasikan agenda kepada semua peserta syuro minimal H-1
  • Mendengarkan dan menghargai setiap pendapat peserta syuro
  • Mengendalikan suasana syuro jika terjadi perdebatan

8. Menerima dengan lapang dada dan melaksanakan hasil keputusan syuro

9. Bagi peserta syuro yang tidak hadir dalam syuro, berkewajiban untuk mengetahui hasil keputusan syuro lalu melaksanakannya dengan sebaik-baiknya

10. Minta izin kepada pimpinan syuro jika hendak meninggalkan ruangan

11. Bila terjadi perdebatan, peserta syuro diharuskan untuk tetap memperhatikan adab-adab dalam berbicara

12. Jika peserta syuro yang datang hanya 1 ikhwan dan 1 akhwat, maka diharuskan salah satunya mencari pendamping, dilarang syuro berdua-duaan meskipun yang dibicarakan berkaitan dakwah

13. Hal-hal penting lain yang harus diperhatikan ketika pelaksanaan syuro:

  • Tidak makan dan minum saat berbicara
  • Menggunakan kata-kata yang ahsan
  • Mendengarkan dan menghargai setiap pendapat peserta syuro
  • Mencatat hasil syuro
  • Tidak diperkenankan bercanda  dan tertawa yang berlebihan,
  • Tidak diperkenankan menghibah dan namimah
  • Tidak diperkenankan memotong pembicaraan orang lain
  • Segala sesuatu yang bersifat pribadi harap tidak dibawa pada saat syuro
  • Tidak diperkenankan menceritakan hal-hal buruk yang terjadi pada saat syuro kepada orang lain
  • Tidak diperkenankan menceritakan hasil syuro yang bersifat khusus, strategis dan amniah kepada orang yang bukan bagian dari peserta dalam syuro
  • Hendaklah meminta maaf dan memaafkan jika terjadi perdebatan atau hal-hal yang menyinggung peserta syuro

14. Susuan umum agenda dalam syuro:

  1. Pembukaan
  2. Tilawah
  3. Taujih singkat
  4. Isi
  5. Kesimpulan
  6. Pengumuman (serba-serbi)
  7. Ditutup dengan istighfar, hamdalah dan doa kafaratul majelis

Oke demikian…😀

 

 

One thought on “Adab Ketika Melakukan Syuro (Rapat/Musyawarah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s