Menantang Presiden Mahasiswa UBH yang Baru (2)

doni as siraj okDari hasil diskusi kami dengan beberapa teman kelembagaan dan komentar dari kalangan masyarakat mahasiswa UBH menunjukkan bahwa para mahasiswa telah kehilangan kepercayaan terhadap institusi BEMMU dan salah satunya bisa dilihat secara kasat mata dari minimnya calon Presiden Mahasiswa (Capresma), hanya 2 pasang.

Ketikdakpercayaan yang lahir dari rahim kinerja buruk pengurus BEMMU yang lalu. Sudah tiga tahun belakangan ini BEMMU tidak ada tajinya, tidak jelas program kerja dan kerjannya, “bahkan kami merasa  seperti tidak ada BEMMU saja” begitu komentar teman-teman mahasiswa yang saya dengar.

Ini bukan bermaksud menyindir, memang begitulah adanya. Mungkin kegiatan BEMMU baru terasa diakhir kepengurusannya sekarang dengan kegiatan Seminar Esktrakurikuler Intern Kampus dan itu pun hanya dirasakan oleh mahasiswa baru saja dan teman-teman lembaga.

Memang mengharapkan orang tahu untuk setiap kegiatan BEMMU adalah suatau hal yang mustahil, tapi tidaklah mustahil untuk menjadikan lembaga ini kembali bergengsi, punya taji, disegani dan mampu memberikan solusi-solusi yang produktif untuk setiap permasalahan mahasiswa dan lembaga mahasiswa di kampus Universitas Bung Hatta.

Sebentar lagi akan diadakan pemilu raya untuk pemilihan Presiden Mahasiswa dan wakil Presiden Mahasiswa, kami para mahasiswa tentu berharap kepada kedua pasangan yaitu Fashly Eka Putra-Novelina Putri dan Riki Minarsyah-Fauzan, siapa yang terpilih nanti untuk membuktikan janji-janjinya, jangan hanya sekedar berlagak jadi Presma dan Wapresma saja.

Sebuah tantangan besar bagi kepengurusan BEMMU yang baru dengan Pemimpin yang baru, apakah bisa menghidupkan kembali iklim berorganisasi dan mengembalikan kepercayaan para Mahasiswa dan Universitas kepada institusi BEMMU? Jika kedepannya juga tidak ada perubahan, mungkin periode esok akan lebih sulit. Ketidakpercayaan para Mahasiswa semakin merebak pada institusi BEMMU, dan mungkin kedepannya akan tambah sulit  lagi mendapatkan calon Presiden Mahasiswa dan jajaran pengurus BEMMU, karena tidak ada bergengsinya institusi tersebut.

Kami sangat menunggu perubahan tersebut. Kami tantang Presiden Mahasiswa yang baru untuk melakukan perubahan dalam 100 hari kinerjanya, terhitung sejak Presiden Mahasiswa dilantik. Jika tidak mampu mengadakan perubahan dalam 100 hari kinerja, maka lebih baik mundur saja!

Setiap kalian adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir yang mengurus keadaan rakyat adalah pemimpin. Ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap keluarganya di rumahnya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya. Ia akan diminta pertanggungjawaban tentang hal mereka itu. Seorang hamba adalah pemimpin terhadap harta benda tuannya, ia kan diminta pertanggungjawaban tentang harta tuannya. Ketahuilah, kamu semua adalah pemimpin dan semua akan diminta pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya. (HR. Bukhari & Muslim)

Notes: diterbitkan pertama kali di website wawasanproklamator.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s