Intinya Antum Jangan Jadi Monyet

Sultan Muhammad Al-Fatih memimpin Sholat Berjama'ah sesaat sebelum penakhlukan kota Konstantinopel

Sultan Muhammad Al-Fatih memimpin Sholat Berjama’ah sesaat sebelum penakhlukan kota Konstantinopel

Bagi yang pernah nonton film Sang Murabbi pasti ingat cuplikan yang satu ini, ketika Ustadz Rahmat Abdullah bertemu dengan seorang ikhwan dan kemudian sang ikhwan mengeluhkan para aktivis yang mulai sibuk bicara “politik” dan aktivitas dakwah mulai kendur…

tentunya ingat analogi yang diberikan Ust Rahmat Abdullah…

“Ada monyet nih yang mau manjat pohon, nah waktu manjat, ada 3 macem angin yang dateng. Pertama angin topan yang kenceng, waktu dateng, si monyet pegangan kuat-kuat ke pohon. Yang kedua, angin bahorok yang dahsyat, si monyet pun tambah kuat pegang tu pohon. Nah.. waktu udah hampir nyampe puncak, dateng angin ketiga, angin ketiga ini angin sepoi-sepoi, dateng tuh angin sepoi-sepoi helus ubun-ubun si monyet. Sangking nikmatnya angin sepoi-sepoi tuh, tangan monyet yang tadinya kenceng megang pohon akhirnya lepas, dan…. monyet tadi jatuh….

intinya ape? intinya ente jangan jadi monyet!”

Ya begitulah, semoga tidak ada diantara kita yang menjadi monyet, ketika datang rintangan dakwah yang kuat, penggangannya kuat banget. Sangking kuatnya, gak bisa lepas-lepas. Eh pas giliran datang angin sepoi-sepoi (era Reformasi ), yang mana dakwah diberikan keluasaan untuk mengembangkan dirinya kita malah terbawa tidur, tidak seperti datanganya badai (Orde lama dan orde baru) mana pemerintah begitu represif menekan dakwah. Meski harus mengendap-ngendap datang tarbiyah, namun tetap semangat. Meski ditekan tapi tetap tegar.

Semoga aktifis dakwah hasil reformasi ini tidak seperti monyet yang dianalogikan oleh Ustadz Rahmat Abdullah. Jangan sampai karena kesibukan dunia kita lupa akan kewajiban kita akan dakwah, tak sempat lagi hadir ke majelis ilmu (Tatsqif) apalagi Halaqoh. Jangan sampai elusan reformasi ini menjadi pengangan kita tidak kuat, terlalu mudah melanggar syariat, tidak amanah, terlalu banyak afwan dan segala macamnya.

Tetaplah berpegang yang kuat wahai ikhwan dan akhwat, ujian kita pasca reformasi ini justru kesenangan dan elusan-elusan yang membuat kita lupa diri.

Dakwah kita belum usai, kita punya tugas besar di era kebebasan ini, yaitu MEMBESARKAN DAKWAH dan menjadikannya USTADZIATUL ALAM. Agar lebih banyak lagi umat manusia yang bisa kita selamatkan dari dakwah yang kita lakukan.

Wallahu A’laa wa A’lam bishshawab…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s