Twitt “Dari Gerakan ke Negara”, @donialsiraj

Dari Gerakan ke Negara #DGN, melalui sebuah model gerakan, Islam telah menyebarkan kemakmuran dan kesejahtaraan.

Dulu, pada zaman Rasulullah saw. Islam juga sebuah gerakan yang kemudian hari menjelma me-Negara, utk sebarkan kemaslahatan sebesar2x

ketika ke khalifahan runtuh, semuax terpecah-pecah. dan kita kembali kepada gerakan, persis seperti sejak awal Islam bermula. #DGN

Masyarkatnya Jahil, jauh dari tata cara hidup yg benar. dan gerakan-gerakan Islam inilah yang menuntun dan meluruskan. #DGN

Tidak mudah memang, membangun kembali masyarakat Rabbani. Byk rintangan dan fitnah. Masa Rasul tak pernah habis dari hal itu. Keimanan kita di uji. #DGN

Bahkan tak pelak perperanganpun harus dilakukan demi mempertahankan dakwah dari rongrongan sekelompok org yg ingin menghabisix. #DGN

Tak ubahnya hari. hanya saja zaman yg berbeda. selebihnya terlihat sama. #DGN

Setelah lama berjuang sejak runtuhnya ke khalifahan terakhir di Turky, kini gerakan Islam mulai menemukan cahaya kemenanganx. #DGN

Gerakan dakwah yang sudah mulai menegara. Mulai dari Turki,Indonesia, Tunisia, Maroko,dan Mesir. Bahkan mesir lebih menghebohkan. #DGN

karena mesir memiliki nilai strategis di timur tengah, terutama bagi kepentingan Israel. Apalagi yg berkuasa dari Partai IM. #DGN

Jelas semua yg tak ngeh dengn Islam kocar-kacir ketika IM menang.  Tapi begitulah roda zaman, selalu berputar. #DGN

IM tlh membangun roda perjalanan ckp lama. dimulai thn 1929. Pendirix Imam Hasan Al Banna telah meletakan garis perjuangan sesuai Al-Qur’an & Sunnah. #DGN

Garis-garis perjuangan itulah yang dengan tekun dan disiplin dijalankan oleh para kadernya. #DGN

Dalam sejarah kita bisa membaca perjuangan mereka yang tak kenal lelah. Imam Hasan Al Bannah dibunuh, para kaderx ditanggkap & disiksa. #DGN

Bahkan organisasi IM pernah di bekukan, dan sampai masa Husni Mubarak disebut sebagai organisasi terlarang. #DGN

Para petingginnya dilarang berpergian keluar negeri. Setiap tahun selalu ada penangkapan dipenjarakan tnpa melalui persidangan, lalu mereka yg tertangkap disiksa. #DGN

Syekh Yusuf Qardhawi termasuk yg pernah merasakan masa-masa sulit perjuangan dakwah IM. #DGN

Namun mereka tetap bersabar. Akhlak mereka tetap tegar. Anda lihat bagaimana kemuliaan mereka, Tak pernah mendendam dan mencaci lawan. #DGN

Benarlah Firman Allah swt. “Mohonlah pertolongan melalui Sholat dan Sabar” dan itu terbukti. #DGN

Berkat kesabaran dan kedekatan kepada Allah ditambah dengan kegigihan dalam berjuang menegakan amar ma’ruf nahi mungkar..

..dan menegakan akhlak yang mulia. Dakwah pun kini memanen kemenangan. Ia telah me-Negera

Ya. dengan masuk ke wilayah kekuasaanlah dakwah Islam bisa memberikan kemanfaatan yg lebih besar kepada seluruh umat manusia.

Percayalah, tak ada kawan yg lebih setia dari pada kami, dan tak ada yg lebih menginginkan kebaikan trhadap semua manusia dr pd kami. #DGN

Menjelmalah kalian wahai seluruh kekuatan dakwah di dunia ke dalam Negara. agar kalian bisa memberikan manfaat yg besar kepada banyak manusia di dunia. #DGN

 

 

 

 

 

2 thoughts on “Twitt “Dari Gerakan ke Negara”, @donialsiraj

  1. Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya.
    Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.
    Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.

    Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
    Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.
    Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.
    Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
    Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
    Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
    Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.
    Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.
    Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s