Allah dan Rasul Cinta Orang Yang Berakhlak Mulia

Ketika Presiden Soekarno meninggal dunia, Buya Hamka yang hadir pada saat itu dan juga yang menjadi imam dalam mensholatkan jenazah Presiden Soekarno, berkata kepada jenazah Sang Presiden yang telah pergi itu,

“Aku telah do’akan engkau dalam sholatku supaya Allah memberi ampun atas dosamu. Aku bergantung kepada janji Allah, bahwa walau pun sampai ke lawang langit timbunan dosa, asal memohon ampun dengan tulus, akan diampuni-Nya. Adapun dosamu pada diriku sendiri, menganiaya aku, menuduhku dengan tuduhan palsu, mengecewakanku dengan anak cucuku sampai kami menderita bertahun-tahun, di hari perpisahan terakhir ini aku jelaskan bahwa engkau telah ku beri maaf.”

Begitulah akhlak seorang muslim, tak mendendam meski pernah disakiti dan dipenjara. Bahkan beliau bersedia menjadi Imam dalam mensholatkan jenazah sang Presiden yang telah pergi. Memang begitulah Akhlak yang diajarkan oleh Rasulullah saw. “mudah memberikan maaf”.

Rasulullah saw. bersabda,

Maukah kalian aku beritahu orang yang paling aku cintai dan yang paling dekat tempat duduk (Majelis) nya denganku di hari kiamat nanti?” Jamaah yang hadir terdiam, sampai beliau mengulanginya sekali lagi, bahkan sampai tiga kali. “Tentu ya Rasulullah!” jawab jamaah serentak. Rasulullah saw. bersabda, “Adalah yang paling baik akhlaknya. (HR. Ahmad)

2 thoughts on “Allah dan Rasul Cinta Orang Yang Berakhlak Mulia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s