SBY, Antara Kepentingan Kelompok dan Kepentingan Rakyat

Agaknya memang para elit kita sudah tipis akan kepekaan, seperti yang dikatakan Bang Adrian dalam tulisannya KEPEKAAN YANG TIPIS: “hiruk-pikuk kegiatan itu lebih banyak ditujukan pada menata ulang porsi kekuasaan. Wacana yang kemudian mengemuka setelah terjadi pembatalan adalah soal nasib koalisi dalam pemerintahan. Seolah, koalisi itu adalah milik rakyat dan syarat mutlak yang harus diperjuangan mati-matian supaya rakyat sejahtera.”

Maka dari itu kami menjadi bertanya-tanya: Sebenarnya Bapak bekerja untuk kesejahteraan kelompok atau rakyat? Jika untuk kelompok, ya wajar Bapak habis rapat setgab Bapak bikin isu yang cukup panjang, Telenovela sambungan. Jika untuk rakat, ya segera saja putuskan nasib salah satu partai yang hari ini banyak dikabarkan media. Jangan seperti percintaan ABG gitulah, main dorong-dorongan segala.

Sayang sekali jika seorang Presiden ikut membuat isu sempalan yang tidak ada kaitnya sekali dengan kesejahteraan rakyat. Mengulur-ngulur waktu pengumuman atas nasip koalisi hanya akan menambah kisruh dan kemarahan rakyat karena bukan itu yang kami minta.

Jadi Pak, anda bekerja untuk siapa? perlihatkan itu kepada kami.

Semoga ke depannya Indonesia di pimpin oleh seorang pemimpin yang berjiwa seperti Umar bin Khattab ra. yang merinding ketakutan akan posisinya pada Hari Kiamat hanya karena mengkhawatirkan seekor keledai yang tak bisa makan. “Andaikan seekor keledai terjerembap di daerah Irak, niscaya Allah kelak akan menanyakan pertanggungjawabanku“.

Seandainya setiap pemimpin lebih mengkhawatirkan kedudukannya di sisi Allah dibanding jabatan dan kekuasaannya saat ini, tentu ia tidak akan ikut membuat isu yang tidak penting dan akan senantiasa mendengarkan dan memperhatikan kebutuhan rakyatnya. Sekecil apa pun kesalahan pemimpin terhadap rakyatnya, akan menjadi penyesalan, kehinaan, dan azab baginya pada Hari Kiamat. Wallahu `alam.

2 thoughts on “SBY, Antara Kepentingan Kelompok dan Kepentingan Rakyat

  1. Para Elit kita juga galau Bg.., Sangat disayangkan para elit kita ternyata suka bikin kisruh dari pada bersatu membangun bangsa. sikut sana sikut sini macam anak-anak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s