Beruntunglah Orang-orang Yang Mengikuti Petunjuk

Dalam Al-Qur’an surat Yasin ayat 14 – 26 Allah mengisahkan mengutus 1, 2 sampai 3 utusan pada suatu kaum agar mereka beriman kepada Allah swt. Tidak menyekutukan-Nya dengan seuatu apapun. Namun ketiga-tiga utusan itu di ingkari bahkan mereka (kaum yang ingkar itu) mengatakan mereka bernasib malang karena kedatangan para utusan tersebut. Padahal tidaklah seseorang bernasib malang melainkan karena perbuatan dirinya sendiri. Dan semalang-malang manusia adalah “yang tidak mengesakan Allah swt”.

Sampai akhirnya dari ujung kota datanglah seorang laki-laki yang menurut para mufasir  namanya adalah Habib An-Najjar. Dengan bergegas lelaki itu berkata kepada kaumnya “Wahai kaumku! ikutilah utusan-utusan itu” (36:21).

“Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk” Terangnya kepada kaumnya.

“Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan. Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku. sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata”. (36: 22-24) Terang lelaki itu mencoba meyakinkan kaumnya.

Lalu kaumnya tetap kukuh dengan keyakinan dan kesesatannya, mereka lalu membunuh lelaki itu hanya kerena ia beriman kepada Allah dan mengajak mereka untuk juga beriman kepada Allah swt.

Dalam ayat selanjutnya dikatakan bahwa ia dipersilahkan untuk masuk surga dan segala dosanya diampuni.

“Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui” ungkapnya penuh senang karena karunia yang diberikan Allah kepadanya.

Alhamdulillah Habib An-Najjar kami mengetahui kisahmu, dan kami telah beruntung mengetahui kisahmu sebagai penguat iman kami, saat ini dan kami alhamdulillah juga telah beriman kepada Allah swt.

Untuk kaumnya yang ingkat itu Allah hadiahkan mereka dengan siksaan yang tak terkirakan, hanya dengan satu teriakan yang keras mereka semua mati. Maka merugilah mereka karena mati dalam keadaan mengingkari Allah swt. dan itulah seburuk-buruk kematian.

Kepada saudara-saudaraku non muslim (Hindu, Budha, Kristen, Yahudi, ateis dll) di Indonesia maupun di dunia, marilah kita beriman kepada Allah swt dan mengesakannya. Bahwa memang tidak ada Tuhan selain Allah swt. Jangan sampai kita termasuk manusia yang merugi karena keengganan beriman kepada Allah swt.

“Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-rolokkannya. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka.” (Q.S Yasin: 30-31)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s