Tsawabit Amal Islami Menurut Al-Banna: Optimalisasi Media Massa (Bag. 14)

Strategi Umum

Sarana-Sarana Kontemporer

الدعاة اليوم إلى شتى المذاهب غيرهم بالأمس، فهم مثقفون مجهزون مدربون أخصائيون – ولا سيما في البلاد الغربية – حيث تحتص بكل فكرة كتيبة مدربة توضح غامضها، وتكشف عن محاسنها، وتبتكر لها وسائل النشر وطرق الدعاية، وتتلمس لها في نفوس الناس أيسر السبل وأهونها وأقربها إلى الاقتناع والاتباع.

Pelaku dakwah hari ini diusung oleh beragam kelompok, berbeda dengan sebelumnya. Di antara mereka ada yang menjadi intelektual, peneliti, trainer, ahli statistik. Terutama lagi di Barat, mereka mampu menelorkan konsep secara tertulis dan teraplikasikan secara nyata, dengan itu mereka mampu menjelaskan yang sebelumnya gelap, mampu menyingkap nilai-nilai posistif dan selalu fresh dalam menggunakan sarana penyebaran informasi dan metode propaganda yang lebihcanggih.
Dengan cara tersebut mereka mampu ‘menyihir’ hati manusia; cara yang simpel, mudah, dan lebih gampang dicerna dan diikuti.

ووسائل الدعاية الآن غيرها بالأمس كذلك، فقد كانت دعاية الأمس كلمة تلقى في خطبة أو اجتماع، أو كلمة تكتب في رسالة أو خطاب. أما الآن فنشرات ومجلات، وجرائد ورسالات، ومسارح وخيالات، وحَاكٍ ومذياع. وقد ذلل ذلك كله سبل الوصول إلى قلوب الناس جميعهم، نساءً ورجالاً، في بيوتهم ومتاجرهم ومصانعهم ومزارعهم.

Begitu juga dengan sarana propaganda sekarang ini, berbeda dengan sarana propaganda yang sebelumnya. Boleh jadi sarana propaganda sebelumnya berupa ucapan dalam khutbah dan acara pertemuan, atau kalimat yang ditulis dalam surat atau risalah.
Adapun dewasa ini, sarana untuk mempengaruhi orang lain sudah sangat banyak, berupa; bulletin, newsletter, koran, majalah, komik, drama, teater, radio, -tv, jejaring sosial seperti web, facebook, twitter dst, pentj-.
Ini semua mampu menyampaikan pesan pada manusia semua; laki-laki maupun perempuan, di rumah-rumah mereka, di tempat kerja mereka, di perusahaan-perusahaan dan di perkebunan mereka.

لهذا كله كان من واجب أهل الدعوة أن يحسنوا تلك الوسائل جميعاً حتى يأتي عملهم بثمرته المطلوبة (1).

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi pengusung dakwah untuk menguasai semua sarana tersebut, sehingga kerja-kerja mereka lebih maksimal sebagaimana yang diharapkan, (Dakwatuna: Ar-Rasail, Cet.1:15 atau Ar-Rasail, Cet. 2:17).

Media Massa

لا بد من الموازنة بين إيثار الناحية العملية على الدعاية والإعلانات، مخافة أن تشوب هذه الأعمال شوائب الرياء فيسرع إليها التلف والفساد، وبين ما ورد في إذاعة الخير والأمر به والمسارعة إلى إعلانه ليتعدى نفسه.

Hendaknya tetap seimbang antara kerja nyata yang dibarengi dengan propaganda dan publikasi media massa, khawatir kerja-kerja positif itu dinodai oleh sifat riya’ sehingga berdampak  sia-sia dan bahkan rusak.
Dengan upaya menyebarkan kebaikan, menyuruh pada kebaikan dan bersegera untuk mengkampanyekannya sehingga lebih berdampak ganda dan meluas.

والإخوان بطبعهم يؤثرون أن لا يراهم الناس إلا عاملين. فمن أقنعه العمل فَبِهَا، ومن لم يؤثر فيه العمل فلن يرشده القول. وهم ينفرون من اعتماد الناس على الدعايات الكاذبة والتهريج الذي ليس وراءه عمل.

Tabiat Ikhwan adalah lebih mementingkan tidak diketahui orang banyak kecuali oleh para pelakunya saja.
Jika ada orang yang merasa puas karena adanya kerja positif tersebut, itu yang perlu kita syukuri. Jika ada orang yang tidak merasa puas dengan adanya kerja kita, orang yang demikian tidak perlu diyakinkan dengan perkataan. Lebih lagi dengan propaganda bohonh yang tidak ada bukti nyata.

ولكن عندما تظهر الدعوة، ويتساءل عنها الناس، ويبدأ الفضوليون بتصويرها للغير من غير أن يعرفوا عنها قليلاً أو كثيراً من شؤونها، فقد وجب علينا أن نبين للناس غايتنا ووسيلتنا وحدود فكرتنا ومنهج أعمالنا، وأن نعلن هذه الأعمال على الناس، لا للمباهاة بها، ولكن للإرشاد إلى ما فيها من نفع للأمة وخير لأبنائها.

Adapun jika dakwah sudah sangat terang benderang, namun masih ada manusia yang bertanya-tanya, sedangkan ada pihak-pihak yang berkepentingan memutar balikkan fakta, maka dalam hal ini menjadi kewajiban bagi kita untuk menjelaskan kepada manusia hakikat tujuan dakwah kita, sarana-sarana yang kita pakai, batasan fikrah kita, manhaj amal kita.
Dalam kondisi seperti ini kita jelaskan kerja-kerja kita kepada manusia, bukan untuk sombong, tetapi untuk menjelaskan hasil kerja positif yang bermanfaat bagi umat dan kebaikan bagi putra-putra Islam.

ومن تلك الوسائل النشرات الداخلية والخاصة, والصحف اليومية، مع الحرص على الصدق، فلا نتجاوز الحقيقة. وأن تكون الدعاية في حدود الأدب الكامل، والخلق الفاضل، والحرص التام على جمع القلوب وتأليف الأرواح، واستشعار الفضل في ذلك كله لله (1).

Di antara sarana-sarana itu adalah bulletin internal khusus, koran harian dengan tetap menjaga kode etik jurnalistik, tidak melampaui batas -jg yang disebutkan di atas, pentj-. Hendaknya Media massa atau alat propaganda itu tetap menjaga batas-batas moral, akhlak utama, berusaha untuk menghimpun hati dan mendekatkan jiwa-jiwa manusia dan yang lebih penting dari itu semua adalah perlu menghadirkan perasaan mencari ridha Allah swt, (Risalah Muktamar Khamis: Ar-Rasail, cet. 1;163-164 atau Ar-Rasail, cet. 2;129-130 atau Al-Ushul;51-52). bersambung…

Sumber: Al-Ikhwan.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s