Tsawabit Amal Islami Menurut Al-Banna (Bag. 10)

benih tarbiyah

Manhaj Tarbawi focus pada permasalahan-permasalahan berikut ini:

تلاوة القرآن والاستماع إليه وفهمه (3)، على أن يقرأ القارئ بتدبر وخشوع، وأن يستلهم الرشد والسداد، وأن يجمع شوارد فكره حين التلاوة (4)، مع حفظ ما يمكن حفظه.

  1. Membaca Al-Qur’an, mendengarkan dan memahaminya, (Risalah Ta’alim: Ar-Rasail;1/277). Yaitu seorang Al-Akh membaca Al-Qur’an dengan tadabbur dan khusyu’ dan berusaha untuk meraih ilham, hidayah dan jalan kebenaran. Karena itu hendaknya ia memfocuskan pikirannya saat tilawah, (At-Tafsir 26-27), begitu juga berusaha menghafal sesuai kemampuan hafalannya, (Al-Ma’tsurat: Ar-Rasail;1/359)

 الإكثار من القراءة في حديث رسول الله – صلى الله عليه وسلم، وحفظ بعض الأحاديث (6).

  1. Memperbanyak membaca hadits Nabi saw. dan berusaha untuk menghafalkan sebagiannya, (Risalah Ta’alim: Ar-Rasail;1/277).

 دراسة السيرة وتاريخ السلف (7).

  1. Kajian sirah dan sejarah generasi salaf, (Risalah Ta’alim: Ar-Risalah;1/277)

 دراسة رسالة في أصول العقائد ورسالة في فروع الفقه (8).

  1. Kajian tema prinsip-prinsip aqidah atau keimanan dan tema fiqh yang sifatnya cabang, (Risalah Ta’alim: Ar-Risalah;1/227)

 الإكثار من المطالعة في رسائل الإخوان وجرائدهم ومجلاتهم ونحوها – كالكتب الدعوية والتربوية وما يتناول حاضر المسلمين ومشاكلهم-

  1. Memperbanyak mengkaji risalah Ikhwan, surat kabar, majalah dan media massa mereka, seperti halnya buku-buku dakwah, buku-buku tarbiyah, buku-buku kontemporer yang berbicara kondisi aktual umat Islam dan problematikanya, (Risalah Ta’alim: Ar-Rasail;1/278)

Hasil-Hasil Manhaj Tarbiyah

Tujuan dari manhaj tarbawi ini adalah mewujudkan tercapainya pilar-pilar dakwah yang konfrehensif, yaitu terdiri dari ilmu, tarbiyah dan jihad, (Al-Mudzakkirat;67).

 بغير العلم بكتاب الله وتاريخ الدعوة الإسلامية وواقع الحياة، فإن الحماس يؤدي بصاحبه إلى الانحراف والاصطدام والتحطم.

  • Tanpa ilmu yang berkaitan dengan kitabullah, tentang sejarah dakwah Islam dan realitas kehidupan, maka modal semangat  saja hanya akan menjerumuskan pelakunya ke jurang penyimpangan, benturan dan penghancuran, (Fitnah; Ahmad Raf’at oleh Abdul Halim;210)

 بغير التربية على منهج الدعوة في الحب، والامتزاج الروحي، والصفاء، والتنافس في البذل، والعمل، والتضحية، واحتمال المشاق في سبيل الدعوة، فإن الجاه والمال يغريان العامل بسلوك طريق الدس والوقيعة، ولو كان شيخاً أريباً أدبياً عالماً فقيهاً لبقاً ذلق اللسان واضح البيان. غير أن هذه التربية لا تتم بالكلام النظري، وإنما بالممارسات العملية.

  •  Tanpa tarbiyah yang sesuai dengan manhaj dakwah dalam rangka mewujudkan cinta, ruhiyah yang kental, kesucian, berlomba dalam kontribusi positif, bekerja, pengorbanan dan tegar dalam menghadapi rintangan di jalan dakwah, maka jabatan dan harta hanya akan memperdaya pelakunya, meskipun ia seorang syaikh, pintar, cerdas, ilmuwan, ahli agama dan orator, (Fitnah Ismailiyah Pertama; Al-Mudzakkirat;112-113). Karena tarbiyah ini tidak cukup dengan hanya teori belaka, akan tetapi dengan praktek dan kerja nyata, (Al-Mudzakkirat;244-245 dan Nizhamul Usrah: Ar-Rasail;1;288)

 بغير الجهاد يصبح الإيمان مخدراً نائماً في النفوس، لا ينزل على حكمه، ولا يعمل بمقتضاه. فإذا غفل الإنسان عن فكرته، فهو لا يفكر في العمل لها، ولا يحدث نفسه بأن يجاهد أضعف الجهاد في سبيلها. بل إنه قد يبالغ في هذه الغفلة وهذا النسيان، حتى يعمل على ضدها وهو يشعر أو لا يشعر.

  • Tanpa jihad iman hanya akan terlena tidur di jiwa, tidak sampai menggerakkan pelaksanaan hukumnya, dan tidak sampai mengantarkan kerja berdasarkan konsekwensinya. Maka ketika seseorang lupa terhadap fikrahnya, dia tidak akan memikirkan untuk bekerja mewujudkannya, tidak juga terbersit dalam jiwanya untuk bermujahadah berlipat dalam rangka menggapainya. Bahkan sampai pada tingkat lupa dan terlena sehingga justeru dia bekerja menentangnya, sadar atau tidak sadar, (Dakwatuna: Ar-Rasail;1/14)

 والجهاد أن يدرك الإنسان أن لب دعوته فكرة وعقيدة يقذف بها نفوس الناس ليتربى عليها الرأي العام، وتؤمن بها القلوب، وتجتمع عليها الأرواح: تلك هي العمل للإسلام والعمل به في كل نواحي الحياة.

Jihad itu mendorong seseorang untuk menjadikan obsesi dakwahnya sebagai suatu pemikiran yang melekat dan keyakinan yang menyemai di jiwa-jiwa manusia sehingga mampu mempengaruhi opini umum, mampu meyakinkan hati dan mampu menghimpun ruh-ruh manusia. Inilah hakikat bekerja untuk Islam dan bekerja di setiap lini kehidupan, (Dakwatuna fi thaurin jadid: Ar-Rasail;1/123).

بنتيجة هذه التربية، يشعر الإنسان أنه روح جديد يسري في قلب الأمة، فيحييه بالقرآن، ونور جديد يشرق فيبدد ظلام المادة بمعرفة الله، وصوت داو يعلو مردداً دعوة الرسول – صلى الله عليه وسلم-.

Hasil tarbiyah seperti ini menjadikan manusia mengetahui bahwa dia adalah ruh baru yang berjalan di hati umat, maka ia menghidupkan ruhnya dengan Al-Qur’an, dan pelita baru yang menerangi, sehingga ia mampu menyibak kegelapan materi dengan makrifatullah dan laksana suara nyaring yang terus terngiang melantunkan dakwah Rasul saw, (Bainal Amsi wal Yaum: Ar-Rasail;1/144).

 وعليه أن يدرك منزلته هذه، فلا يصغر في نفسه فيقيس نفسه بغيره، أو يسلك في دعوته سبيلاً غير سبيل المؤمنين، أو يوازن بين دعوته التي تتخذ نورها من نور الله، ومنهاجها من سنة رسوله – صلى الله عليه وسلم، بغيرها من الدعوات التي تخلقها الضرورات، وتذهب بها الحوادث والأيام.

Oleh karena itu, hendaknya ia mengetahui posisi dirinya ini, sehingga tidak merasa ciut menilai dirinya dengan kaca mata orang lain, atau ia menapaki jalan dakwahnya tidak sesuai dengan jalan dakwah orang-orang beriman, atau ia membandingkan dakwahnya yang bersumber dari nur Allah dan manhaj dakwahnya yang bersumber dari sunnah Rasulullah saw. dengan serua-seruan yang muncul karena ada kondisi-kondisi tertentu dan akan hilang karena ada persitiwa-peristiwa tertentu untuk selanjutnya menghilang ditelan hari, (Al-Ikhwanul Al-Muslimin tahta rayatil Qur’an: Ar-Rasail; 1/106). bersambung…

Sumber: al-ikhwan.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s