Tsawabit Amal Islami Menurut Imam Al-Banna (Bag. 6)

Siyasah Tarbiyah (Strategi Tarbiyah)

Strategi Tarbiyah bagi Jamaah bertujuan untuk menanamkan mabadi’ atauPprinsip-Prinsip Dasar Jamaah di hati anggota ikhwan.

Di antara prinsip-prinsip dasar yang sangat urgen di awal proses tarbiyah adalah:

1 – أن الإسلام معنى شامل ينتظم شؤون الحياة جميعاً، ويفتي في كل شأن منها، ويضع له نظاماً محكماً دقيقاً، ولا يقف مكتوفاً أمام المشكلات الحيوية والنظم التي لا بد منها لإصلاح الناس (1).

2 – أن مهمتنا سيادة الدنيا وإرشاد الإنسانسة كلها إلى نظم الإسلام الصالحة، وتعاليمه التي لا يمكن بغيرها أن يسعد الناس (2).

  1. Bahwa Islam adalah sistem yang syamil dan mutakamil, mengatur seluruh dimensi kehidupan, memberi aturan untuk semua sisi, menggariskan hukum yang detail, tidak berhenti di hadapan problematika kekinian yang berubah dan sautu sistem yang sangat diperluakan guna memperbaiki manusia, (dakwatuna: Ar-Rasail;1/16)
  2. Bahwa cita-cita kami adalah siyadatud dunya –memimpin dunia- dan mengarahkan kemanusiaan semua tanpa terkecuali sesuai atura-aturan Islam yang benar dan ajaran-ajaran Islam  yang tidak dengan selainnya manusia bisa meraih kebahagiaan, (Ila ayyi syai’in nad’un naas: Ar-Rasail;1/34)

 3 – أننا نعمل للناس في سبيل الله أكثر مما نعمل لأنفسنا (1).

4 – أن هذه الدعوة لا يصلح لها إلا من حاطها من كل جوانبها، ووهب لها ما تكلفه إياه من نفسه وماله ووقته وصحته (2).

  1. Sungguh kami bekerja untuk semua umat manusia menuju ke jalan Allah, lebih banyak dari pada kami bekerja untuk diri kami sendiri, (Dakwatuna: Ar-Rasail;1/11)
  1. Dakwah ini tidak mungkin diemban kecauli oleh orang yang menjeburkan dirinya ke medan dakwah dengan semua dimensinya. Menghibahkan diri, harta, waktu dan kesehatannya untuk dakwah,  (Dawkatuna: Ar-Rasail;1/14)

Tawazun dalam Tarbiyah

 تعمل التربية الإخوانية على إنشاء جيل يحقق معنى رهبان في الليل فرسان في النهار (3).

 Tarbiyah Ikhwaniyah bekerja untuk mewujudkan generasi yang mampu menjalankan makna “seperti rahin-rahib di malam hari dan layaknya kuda-kuda perang di siang hari”, (ilasy Syabaab: Ar-Rasail;1/87-88)

لهذا ترى الاخ المسلم في المحراب خاشعاً متبتلاً يبكي ويتذلل، وبعد ذلك يكون هو بعينه واعظاً مدرساً يقرع الآذان بزواجر الوعظ، وبعد قليل تراه نفسه رياضياً أنيقاً يرمي الكرة أو يدرب على العَدْوِ أو يمارس السباحة، وبعد فترة يكون هو بعينه في متجره أو معمله يزاول صناعته في أمانة وفي إخلاص (4).

Karena itu, kamu lihat Al-Akh khusyu’ di mihrabnya menangis haru dan mengiba kepada Rabb-nya, setelah itu ia menjadi seorang guru yang mampu memberi nasehat kepada umat  dan menggetarkan hati mereka dengan nasehatnya, sejurus kemudian kamu lihat ia mempraktekkan olah raga, sebagai olahragawan yang pintar menendang bola atau memainkan tombak, atau berenang, selanjutnya ia berada di tempat bisnisnya atau tempat kerjanya melaksanakan tugas dengan penuh amanah dan ikhlas, (Risalah Muktamar Khamis: Ar-Rasail;1/157)

Tarbiyah Ammah (Tarbiyah secara Umum)

Tidak diperkenankan pelaksanaan tarbiyah kita untuk para anggota berdasarkan metode atau madzhab khusus, karena sebab-sebab sebagai berikut:

 1 – اعتماد طريق – أو مذهب – خاص يؤدي إلى خصومة مع أبناء الطرق والمذاهب الأخرى.

2 – حصر الدعوة في طريق – أو مذهب – خاص يجعلها محصورة في نفر من المسلمين.

3 – حصر الدعوة في طريق – أو مذهب – خاص يجعلها وقفاً على ناحية واحدة من نواحي الإصلاح الإسلامي.

  •  Bergantung pada metode atau madzhab tertentu akan memunculkan polemik dengan penganut metode atau madzhab lainnya.
  • Mengkhususkan dakwah dengan metode atau madzhab khusus hanya akan membatasi diri pada kelompok tertentu dari kalangan umat Islam.
  • Membatasi dakwah dengan metode atau madzhab tertentu hanya akan sesuai dengan salah satu aspek perbaikan Islam, padahal perbaikan Islam harusnya mencakup semua aspek kehidupan.

 إنما يجب أن تكون دعوتنا دعوة عامة قوامها العلم والتربية والجهاد، وهي أركان الدعوة الإسلامية الجامعة. ومن أراد بعد ذلك تربية خاصة، فهو وما يختار لنفسه. إنما ينبغي أن يكون ذلك بإذن القيادة (1).

Kewajiban dakwah kita adalah dakwah ammah –dakwah umum-, pondasinya adalah ilmu, tarbiyah dan jihad, ini adalah pilar-pilar dakwah Islam yang konfrehensif.

Adapaun jika ada orang yang menghendaki dakwah khasshah setelah proses ini, itu karena pilihan mereka sendiri dan atas kesadaran sendiri, namun demikian  harus seuai dengan ijin Qiyadah, (Al-Mudzakkirat; 76-78). bersambung…

Sumber: Al-Ikhwan.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s