Tsawabit Amal Islami Menurut Imam Al-Banna (Bag. 4)

Siyasah Tanzhimiyah (Aturan Main Organisasi)

Muwashafat Personal

Takut kepada Allah swt., menghormati sistem, dan siap taat adalah pondasi kelayakan seorang al-akh bergabung dalam amal jama’i, (Al-Mudzakirat;94). Ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam hal ini;

Bagi al-akh yang memiliki metode khusus (lebih memilih berjalan sendiri) dan menilai qiyadah dengan penilaian lain (negatif), tidak menerima pendapat qiyadah kecuali hanya sedikit, nah, mengandalkan terhadap orang yang seperti ini akan membawa dampak bahaya terhadap Jamaah, (Al-Mudzakirat;132) meskipun ia pada posisi puncak kebaikan. Karena dia pada dasarnya telah menyedot perhatian Jamaah dengan kebaikannya, namun akan mencerai-berai Jamaah dengan beda pendapatnya, (Al-Mudzakira;94).

Tidak akan membawa manfaat bagi bangunan Jamaah kecuali berdasarkan apa yang dibangun oleh para qiyadah, atau dengan kesungguhan para Ikhwan yang melihat bahwa qiyadah punya peran dalam memberi arahan dan menunjukkan pengetahuan, oleh karena itu setiap cabang atau kegiatan yang diselenggarakan tidak atas persetujuan qiyadah, tidak akan bermanfaat banyak, (Al-Mudzakirat;131).

Kesatuan Amal Islami

Usaha untuk menyatukan lembaga-lembaga Islam merupakan cita-cita dan keinginan luhur bagi setiap orang yang cinta perbaikan, (Risalah Muktamar Khamis: Ar-Rasail;1/179). Akan tetapi langkah ini jangan sampai mengorbankan Jamaah, sehingga ada beberapa syarat.

Di antara ukuran suksesnya penyatuan atau penggabungan (niat bergabung dengan Jamaah) adalah penerimaan lembaga atau organisasi dalam bergabung ke Jamaah tanpa ada paksaan dari siapapun dan kondisi apapun, dan qiyadah melihat bergabungnya organisasi itu akan berdampak positif bagi kelangsungan Jamaah, dalam hal ini contohnya adalah bergabungnya Organisasi Hadharah Islamiyah ke Jamaah Ikhwan, (Al-Muadzkirat;102-103).

Adapun jika organisasi merasa terpaksa bergabung ke Jamaah dikarenakan tidak sanggupnya organiasi itu dalam menjalankan aktivitasnya, seperti Organisasi Pemuda Mesir, (Abdul Halim Mahmud;352-353), maka bergabungnya organisasi ini tidak membwa manfaat, lebih lagi jika sebagian besar anggota dan pengurus organisasi ini tidak sependapat dengan pemikiran Ikhwan. (bersambung…)

Sumber: al-ikhwan.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s