Tsawabit Amal Islami Menurut Imam Al-Banna (Bag. 2)

Kami Mengajak Kepada Kebaikan

Berdasarkan dari penjelasan sebelumnya, Jamaah melihat bahwa dakwah yang dijalankannya adalah Dakwah Ammah bagi semua umat manusia, (Dakwatuna: Ar-Rasail;1/12-13), bukan dikhususkan untuk kelompok tertentu dari masyarakat yang ada.

Jamaah tidak risih menerima bergabungnya orang-orang yang masih memiliki keterbatasan dalam ketaatan, yang masih melakukan sebagian tindak maksiat, selagi Jamaah mengetahui bahwa mereka memiliki rasa takut kepada Allah swt., mereka menghormati sistem Jamaah dan siap taat sami’naa wa atha’naa. Jamaah berharap mereka akan ditarbiyah di dalam Jamaah ini secara berproses.

Akan tetapi Jamaah menolak dua golongan untuk bergabung ke dalam barisan Jamaah; pertama, kelompok atheis. Kedua kelompok orang-orang shalih yang tidak menghormati sistem, tidak menunjukkan kemauan taat, karena kelompok ini tidak akan berguna bagi bangunan amal jama’i, (Al-Muadzakiraat;94)

Di antara tugas Jamaah adalah berusa sekuat kemampuan untuk merubah seluruh komponen-komponen Jamaah menjadi mutiara-mutiara di tengah-tengah manusia. Karena tidak akan berdampak pada kebaikan bagi dakwah ini, kecuali bagi siapa saja yang totalitas memberi yang ia punya untuk Jamaah ini dari segala sisinya; ia mempersembahkan apa yang ditugaskan kepadanya dengan sebaik persembahan; berupa persembahan jiwa, harta, waktu dan kesehatannya berdasarkan ragam; kesiapan, kelayakan dan komitmen yang dimiliki semua komponen yang tergabung di dalamnya.

Sikap Kami di antara Kelompok-Kelompok Umat Islam

Jamaah melihat bahwa umat Islam dengan ragam perbedaan dan kelompok merupakan Umat yang Satu. Jamaah bekerja untuk menyatukan mereka, (AL-Muadzaakiraat;170) menuju pemahaman Islam yang benar, sebagaimana dirumuskan dalam Ushul Isyrin (Risalah Ta’alim: Ar-Rasail 1/268-271).

Sikap Kami terhadap Non-Muslim

Jamaah melihat bahwa Non-Muslim akan kami berlakukan dengan damai, selagi mereka berdamai dengan kami. Kami cinta kebaikan bagi mereka selagi mereka menahan permusuhan kepada kami. Kami berkeyakinan bahwa di antara kami dan mereka ada ikatan dakwah. Kewajiban kami adalah mendakwahi mereka kepada apa yang kami yakini, karena apa yang kami yakini itu baik untuk semua ragam manusia. Kami akan berusaha dengan segenap kemampuan untuk keberhasilan dakwah ini sebagaimana yang telah digariskan oleh agama dengan berbagai cara dan sarana.

Akan tetapi siapa yang memusuhi kami, kami kembalikan permusuhan itu kepadanya dengan upaya yang jauh lebih baik dari upaya permusuhan orang-orang yang memusuhi. (Dakwatuna: Ar-Rasail;1/22) bersambung.

Sumber: al-ikhwan.net

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s