Dicintai Oleh Yang di Langit…

Sesungguhnya Allah SWT memiliki 100 rahmat (nikmat) satu rahmat dari padanya diturunkan Nya dan dibagi-bagi diantara jin, manusia, hewan-hewan besar dan kecil. Dengan rahmat yang satu itu, semua makhluk tersebut. Saling sayang menyayangi dan kasih mengasihi. Dengan rahmat yang satu itulah seekor keledai liar menyayangi anaknya. Adapun rahmat yang 99 lagi disediakan Allah SWT buat kehidupan di akhirat. Dengan rahmat yang 99 itulah Allah akan mengasihi hambaNya pada hari kiamat. (HR. Bukhari dan Muslim).

Moment Idul Adha adalah moment cinta. Bagaimana tidak, setiap perayaan Idul Adha kita selalu membagi cinta kita kepada sesama, dengan cara berkurban. Tidak ada yang menangis hari ini, dan tidak diperkenankan untuk dibiarkan menangis. Semua fakir miskin dan orang –orang yang tidak mampu kita santuni, semuanya mendapatkan daging kurban tanpa kecuali. Moment lain yang juga tak kalah hebatnya sebagai moment cinta sebelum Idul Adha adalah Bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Saudaraku, dalam Idul Adha ini kita belajar tentang sejarah cinta Nabiyullah Ibrahim as. Saya kagum dengan kekuatan cintanya. Kekuatan cinta Istrinya, dan kekuatan cinta anaknya. Dalam hubungannya dengan sesama manusia tak perlu kita ragukan akhlaknya, salah satunya bisa kita lihat bagaimana caranya menyambut tamu. Apalah lagi hubungannya dengan Allah swt.

Karena cintanya kepada Allah swt. Nabi Ibrahim as. rela dengan ikhlas menjalankan perintah-Nya untuk menyembelih anaknya, begitu juga dengan anaknya, tidak ada penolakan sedikitpun untuk taat kepada Allah swt. Betapa Keluarga Nabi Ibrahim as begitu mencintai Allah swt. dan Allah pun mencintai mereka.

Namun hal yang paling ingin saya bicarakan pada tulisan kali ini adalah “kasih sayang antara sesama kita”, bahwa pada saat ini di masyarakat kita rasa saling mencintai, kasih mengasihi, sayang menyayangi antara sesama kita sudah semakin berkurang. Dan semakin hari semakin mengikis. Kita bisa melihat berkurangnya rasa saling menyayangi itu dalam kehidupan nyata kita sehari-hari, di depan mata kita. kita juga bisa melihatnya di televisi, dan mengetahuinya di berita Koran, atau media lainnya.

Saya sendiripun juga tidak habis pikir kenapa bisa itu terjadi. Kenapa kita bisa menjadi orang yang hilang rasa kasih sayangnya antara sesama, padahal rata-rata kita di Indonesia adalah muslim. Hati saya begitu sedih melihat orang tidak lagi peduli terhadap sesamanya. Menghormati yang tua, menyayangi yang muda dan mengasihi mereka yang lemah atau membutuhkan pertolongan. Saya mengatakan ini bukan berarti tidak ada yang berbuat baik, hanya saja saya lebih sering melihat ketidak pedulian kita terhadap sesama.

Dalam hadits riwayat Muslim, Aisyah ra. bercerita, “Seorang wanita miskin datang kepadaku, dia membawa dua anak wanita, lalu aku memberinya tiga kurma. Lalu dia memberi kepada setiap anaknya sebutir kurma. Dan satu butir kurma lagi hendak dimakannya. Namun ketika ia hendak memakan kurma itu, dua anaknya meminta, maka kurma yang akan dimakannya itu dibelah dan diberikan kepada mereka. Aku kagum terhadap apa yang diperbuatnya, kemudian aku menceritakannya kepada Rasulullah Saw. Beliau bersabda, ‘Karena perbuatan tersebut, Allah telah mewajibkan kepadanya untuk masuk surga, atau Allah telah membebaskannya dari api neraka’.”

Subhanallah, betapa Allah memuliakan orang yang saling mencintai dan mengasihi. Bahwa jaminan bagi mereka adalah surga dan dibebaskan dari neraka.

Dalam sebuah riwayat lain disebutkan, “Dari Abdullah bin Amru bin Ash RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang yang berkasih sayang akan disayangi oleh Allah yang Maha Rahman. Maka sayangilah orang-orang yang ada di bumi, niscaya akan menyangi kalian orang-orang yang yang ada di langit. Kasih sayang merupakan dahan yang rindang dari Allah yang Maha Rahman. Barang siapa yang menyambungnya, maka Allah akan menyambungkannya. Dan barang siapa yang memutusnya, maka Allah akan memutuskannya.” (HR Turmudzi, beliau berkata ‘Ini hadis Hasan Shahih’)

Saya yakin semua kita senang disayangi dan dicintai, lalu kenapa kita enggan melakukan itu? Wahai saudaraku, cintailah yang ada dibumi, maka yang dilangit akan mencintaimu, jika yang dilangit mencintaimu, maka yang di bumi pun akan mencintaimu dan menjadikan dirimu orang yang diterima dibumi.

“Orang-orang yang menyayangi akan disayangi oleh Ar-Rahman (Allah). Sayangilah orang yang di bumi, akan disayangi oleh Yang di langit (Allah)”. HR. Abu Daud dan Baihaqi

Semoga tulisan singkat ini dapat memotivasi kita dan menjadikan kita orang yang lebih berkasih sayang terhadap sesama. Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H. Mari menebar cinta di bumi untuk mendapatkan cinta dari langit.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s