Dari Islamophobia ke Iranophobia

Islamophobi

Ketika hancurnya gedung WTC pada 11 September 2001, Amerika Serikat secara halus lansung melakukan gerakan Islamophobia, gerakkan anti Islam, dengan cara menyebut beberapa Harakah Islam sebagai teroris atau kolompok garis keras, salah satu yang terkena adalah Al-Qaida.

AS menuduh Osama bin Laden sebagai pelaku penyerangan gedung WTC tersebut, padahal secara kasat mata hancurnya gedung WCT karena tambrakan pesawat adalah “janggal”. Banyak bukti yang beredar tentang kejanggalan hancurnya gedung WTC dan tuduhan AS terhadap Al-Qaida dan Taliban, dan saya sebagai Arsitek juga menggaransi semua kebohongan itu.

Selain bukti rekayasa media terhadap hancurnya gedung WTC yang seolah-olah ditabrak pesawat padahal tidak ada pesawat yang menabrak, juga ada bukti arsitekturalnya, yaitu bahwa Gedung WTC adalah GEDUNG ANTI PESAWAT seperti kata Arsiteknya (pada video yang saya lihat di youtube). Pesawat manapun yang menabrak gedung WTC tidak akan membuat gedung itu rubuh, palingan hanya rusak pada kaca dan dinding saja, tapi ini beda, gedung hancur sampai ke bawah, dan materialnya hancur bagaikan butiran debu dan pasir. Sungguh aneh. Dan ditambah lagi tidak ada bangkai pesawat di sekitar hancurnya Gedung WTC tersebut. Sungguh-sungguh sangat aneh. (kawan-kawan bisa melihat bukti-bukti konspirasi ini dibanyak sumber dan analisis para pakar)

Yang paling benar adalah bahwa gedung itu dihancurkan dengan misil dan senjata kimia dari dalam. Dan yang begituan cuma ada sama AS dan kronco-kronconya, mana mungkin Al-Qaida punya itu barang lalu membawanya ke AS untuk meledakan gedung WTC. Dan tidak mungkin juga Al-Qaida bisa mencuri senjata AS di Negara AS sendiri. Sekali lagi aneh.

Dan akhirnya, dengan bantuan media, konspirasi ini berjalan mulus, AS dengan agendanya memberangus teroris atau kelompok garis keras secara tidak lansung membentuk opini bahwa Islam adalah sumber teroris dan terbentuklah Islamophobia pada sebagian masyarakat.

Sebelum tragedi WTC sudah banyak agenda-agenda Islamiphobia dilancarkan oleh barat.

Dari Islamophobi ke Iranophobia

Itu salah satu agenda konspirasi AS dan kroncon-kronconya yang paling menggemparkan dunia dan telah membuat puluhan ribu rakyat Afganistan yang mayoritas muslim menjadi mayat, dan penduduk Afganistan yang masih hidup menderita sampai sekarang hanya gara-gara memburu Osama bin Laden yang banyak orang meragukan Osama itu ada atau tidak selama pemburuan tersebut. (saat Osama tewas AS juga tidak berani memperlihatkan mayatnya bahwa mereka benar-benar memburu Osama bin Laden)

Sekarang skema kebencian AS terhadap Islam berlanjut kepada Iranophobia. AS memulainya dengan memberikan sanksi melalui PBB atas proyek nuklir Iran yang bertujuan untuk pembangkit tenaga listrik. Padahal selain Iran; India, Pakistan, Korea Utara, Israel, Jepang memiliki program nuklir di negaranya, dan empat diantaranya India, Pakistan, korea utara dan Israel telah diketahui memiliki senjata nuklir. Namun tidak ada sanksi tegas terhadap keempat Negara yang memiliki senjata nuklir tersebut.

Ketika Iran menyatakan ketertarikannya terhadap program nuklir untuk kepentingan sipil dan telah menjadikannya nyata pada saat ini, membuat AS dan kronco-kronconya resah dan gelisah, mereka menyebut ini adalah ancaman, ancaman karena  Iran bukanlah sekutu AS jadi program nuklir Iran patut dicurigai dan Iran pantas mendapatkan sanksi dari PBB. Sikap ini berbeda terhadap Negara lain yang bahkan memiliki senjata nuklir seperti Pakistan, India dan Israel, itu disebabkan karena ketiga Negara tersebut adalah Sekutu dekat, bahasa minangnya, “konco arek” (teman dekat).

Kali ini taktik baru yang dikembangkan AS adalah dengan menggunakan Israel untuk mengancam Iran. Dalam beberapa hari ini media internasional di panaskan dengan pernyataan petinggi negara Israel yang menyatakan akan menyerang Iran karena Iran adalah ancaman karena memiliki pengayaan uranium, padahal Israel juga memiliki program nuklir yang tidak diizinkan dunia. Seolah-olah Israel saat ini mengatakan “yang boleh punya nuklir itu gue, lho gak boleh”.

Ancaman dan sanksi-sanki ini wajar dilakukan oleh AS, Israel dan kawan-kawannya yang serupa dengan mereka karena mereka takut ini akan mengancam eksistensi mereka untuk melakukan kerusakan dimuka bumi. Maklumlah Iran cukup keras mentang proyek-proyek pembantaian AS terhadap rakyat Irak dan Afganistan dan juga menentang penjajahan Israel terhadap Palestina.

Apa yang dilakukan AS dan kronco-kronconya saat ini dengan melakukan Iranophobia di media tidaklah jauh berbeda dengan perlakuannya terhadap Irak, yaitu ujung-ujungnya nanti menginsfansi Iran dan membantai muslim Iran yang tak berdosa dengan dalih senjata nuklir.

***

– Selain  itu bentuk program Islamophobia lainnya yang berkembang selama ini adalah dengan menyebut Hamas sebagai kelompok garis keras. Kalau Israel menyebut Hamas “teroris”.

– Agenda lainnya melalui pandangan mereka terhadap Jilbab yang mereka anggap sebagai pengekang kebebasan kaum wanita.

Referensi: dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s