Sudah Saatnya Mahasiswa Meninggalkan Budaya “Netral”

>> Spesial Hari Sumpah Pemuda

Sudah saatnya mahasiswa meninggalkan budaya netral, itulah pembahasan kita kali ini. sebagaimana yang sering kita dengarkan, bahwa mahasiswa adalah kumpulan para pemuda yang harus selalu netral dan tidak boleh berpihak kemanapun. Di era demokrasi seperti ini, pemahaman sesat ini masih deras mengalir. “Mahasiswa itu Harus Netral”.

Kawan, benarkah pemahaman itu menurut kalian? Apakah kita para mahasiswa akan terus menjadi komunitas abu-abu dan sesekali-kali menjadi tunggangan orang lain ketika mereka membutuhkan? Bagi saya dalam hidup ini tidak ada netral, jika dia tidak memilih yang baik pasti dia memilih yang buruk. Apakah bersikap netral yang selama ini sebagai bentuk kebaikan? Atau sebenarnya merupakan pembodohan dan penyesatan pemikiran mahasiswa agar hilang nyali dan semangat perjuangannya dalam membangun bangsa?

Dalih “netral” adalah sebuah pembodohan. Para mahasiswa harus bersikap cermat dan teliti atas paham ini, bahwa mereka haruslah menjadi manusia yang berpihak, dan tentunya manusia yang berpihak kepada kebenaran, bukan kepada keburukkan, atau malah ditunggangi orang lain karena kurang ilmu dan pendirian.

Sikap netral hanya akan melahirkan sikap pragmatis. Jika hal ini terus terjadi, tentu akan menggerus idologis seorang mahasiswa beserta sikap kritisnya.

Kita tentu masih ingat kisah pemuda indonesia masa lalu, terutama pada sumpah pemuda 1928 dan reformasi 1998. Tidak ada sikap netral disana, ataupun berpihak kepada yang kiri atau ditunggangi ideologi sempit. Sikap mereka jelas, berpihak kepada kebenaran. Itu disebabkan pemuda masa lalu memiliki ilmu, berpendidikan, bermoral,  punya pendirian dan Ideologis, tahu mana yang benar dan yang salah.

Saat ini kecermelangan mahasiswa sudah mulai memudar. Kehebatan para mahasiswa seakan sirna ditelan badai netral. Mereka tidak tahu untuk siapa berjuang. Jika mereka berteriak atau demo, maka itu adalah teriakan dan demo yang kosong dari ruh perjuangan untuk kebenaran, tidak dari hati, dan hanya ikut-ikutan. Memang tidak semua mahasiswa seperti itu. TAPI, SEBAGIAN BESAR!!

Dalam momen SUMPAH PEMUDA ini mari kita memperbaiki diri. Menata kembali tujuan hidup kita. menata kembali tujuan perjuangan kita. Menata lagi semangat dan komitmen kita untuk membangun bangsa. Jika pemuda terutama mahasiswa tidak ikut serta, maka tentu bangsa kita tidak akan lagi maju, dan para mahasiswa hanya bisa demo, namun minim dalam memberikan solusi.

Sudah saatnya para mahasiswa kebali kepada fitrahnya, kembali kepada jalurnya yang benar. Yaitu menjadi manusia yang berpihak kepada kebenaran. Bukan bersikap netral atau membelot. Dan JANGAN HANYA BISA DEMO!!

3 thoughts on “Sudah Saatnya Mahasiswa Meninggalkan Budaya “Netral”

  1. netral tidak harus apatis, tapi tidak memihak kepentingan apa pun. Sepakat untuk selalu berpihak pada kebenaran hakiki🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s