Mungkin ini yang Menyebabkan Dakwah Kita Tidak Berkembang..

Picture from: http://herinz.com

Berceritalah Pak Anis Matta dalam bukunya “Dari Gerakan ke Negara”,

“Ada perasaan sia-sia yang menjalar perlahan di hati seorang dosen. Malam itu, semua usahanya untuk meyakinkan para mahasiswanya tentang keunggulan-keunggulan ekonomi Islam gugur berkeping-keping hanya karena sebuah pertanyaan sederhana seorang mahasiswa.

Rasanya, semua energi intelektualnya sudah dikerahkan. Enam belas kali pertemuan dalam satu semester. Menurut dosen yang juga aktivis itu, jumla tersebut cukup untuk membangun keyakinan kokoh di benak para mahasiswa tentang keunggulan system ekonomi Islam di atas semua sistem lainnya.

Ia menyakinkan mereka dengan membuat perbandingan ideology dan system yang sangat rasional-objektif antara Islam, kapitalis, dan komunis; perbandingan bisnis antara konsep bank tanpa riba dan bank konvensional; analisa komprehensif tentang kegagalan pembangunan dunia Islam; syarat-syarat yang diperlukan demi meningkatkan kesejahteraan umat dan memajukan perekonomian mereka.

Begitu seterusnya. Mahasiswa-mahasiswa antusias. Sampai pertanyaan sederhana itu muncul dari salah seorang mahasiswa: “Apakah ada sebuah Negara yang telah menerapkan system ekonomi Islam dan mencapai tingkat kemakmuran yang dijanjikan system itu seperti yang Bapak ceritakan, sehingga kita dapat menjadikannya model pengembangan ekonomi bangsa kita ke depan?”

Sederhana memang. Akan tetapi, itulah “lubang besar” yang menganga dalam cara kita mengomunikasikan Islam kepada masyarakat. Sementara kita menjelaskan keunggulan ideologi dan sistem yang abstrak, mereka mengharapkan contoh aplikasi yang sukses dalam kehidupan nyata. Sementara kita membanggakan keunggulan di dunia maya spiritual, mereka malah terpesona kepada keunggulan di dunia empiris. Sementara kita menjelaskan kehebatan Islam di masa lalu, mereka menyaksikan keterpurukkan kita saat ini. sementara kita menjelaskan kebenaran-kebenaran Islam, meraka justru menantikan kehebatan-kehebatan kaum muslimin. Sementara kita menjelaskan teori, mereka memahami teori lebih baik melalui contoh kasus.

***

Ya, Pak Anis benar. Begitulah kita, kita bercerita tentang kehebatan Islam dan keteladanan para pendahulu kita, sementara kita sendiri lupa menampilkan kehebatan dan keteladanan kita di masyarakat saat ini. Kita sering mengatakan kepada para mad’u-mad’u kita, “lihatlah kehebatan pengorbanan Abu Bakar, Keberanian Umar, Kedermawanan Usman, dan Kecerdasan Ali bin Abi Thalib.” Tapi ketika kita diminta berkorban, kita memberikan pengorbanan yang sangat sedikit. Sifat pengecut lebih sering nampak dalam kehidupan kita. jarang berinfak. Dan terlihat bodoh di tangah masyarakat.

Masyarakat umum dan masyarakat kampus pada khususnya, tidak menginginkan sekedar cerita-cerita khayalan kita itu, mereka menginginkan bukti yang kongkrit dari generasi masa lalu yang kita anggap luar biasa itu.

Kemuliaan Islam baru benar-benar terasa jika kita mencontohkannya dengan baik. Kehebatan dan keteladanan generasi masa lalu hanya akan terasa jika kita mengaplikasikannya secara nyata dalam kehidupan kita, sehingga Islam tidak lagi dicibirkan, dan masyarakat pun tidak ragu lagi dan dengan bangganya mengekspresikan keislamannya.

2 thoughts on “Mungkin ini yang Menyebabkan Dakwah Kita Tidak Berkembang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s