Arya Sandhiyudha : Intel tidak berwenang menangkap lagi

KulTwit @AryaSandhiyudha : RUU Intelijen Selaras Aspirasi Rakyat

Arya Sandhiyudha

Staf Ahli dari Ketua Komisi I, Mahfudz Siddiq

  1. Hari ini Saya menerima beberapa pertanyaan via SMS, telp, maupun langsung yang menanyakan tentang RUU #intel yang akan diketok di Paripurna besok.
  2. Mayoritas berasal dari kawan’s mahasiswa, bernada miring terhadap pengesahan tersebut. Karena itu Saya merasa perlu menTuit tentang RUU #intel ini.
  3. Dalam proses pembahasan RUU #intel ini mengalami kontestasi / debat muatan antara 2 paradigma : negara intel vs demokratisasi intel.
  4. Pemerintah (BIN) memperjuangkan muatan versi Paradigma “negara #intel” seperti : penangkapan, interogasi, penyadapan, dst. Sementara….
  5. DPR memperjuangkan paradigma “demokratisasi #intel ” seperti : sistem peradilan pidana, kebebasan sipil, pengawasan parlemen.
  6. Datanglah respon dari LSM, ormas, pers, dll. Ide2 mereka diserap melalui Rapat Dengar Pendapat dgn Komisi 1  DPR.
  7. Sehingga akhirnya menghasilkan RUU #intel (terakhir) yang demokratik, selaras dengan aspirasi rakyat. Diantara poin2-nya sbb :
  8. Ide tentang kewenangan #intel (versi pemerintah) tentang penangkapan sepakat ditiadakan; karena itu tugas penegak hukum.
  9. Ide tentang kewenangan penyadapan o/ #intel juga sepakat ditiadakan dalam RUU ini; kecuali dengan persetujuan ketua peradilan.
  10. Lebih dari itu, RUU #intel ini juga menghapus pasal tentang “subversi” & memperluas paradigma serta persepsi ancaman.
  11. Alasan penghapusan kosakata “subversi” dalam RUU #intel ini agar tidak ada pasal karet untuk melumpuhkan demokrasi.
  12. Perluasan persepsi ancaman pada tema seperti energi, pangan, ekonomi, dsb. agar tidak hanya sibuk di “terorisme”.
  13. Selain itu, RUU #intel ini juga mendorong terbentuknya tim pengawasan intelijen di DPR yang berhak mengadvokasi aduan.
  14. Juga mencakup hak rehabilitasi & kompensasi bagi korban. Bisa dibilang, RUU #intel ini hasil debat panjang yang memadai.
  15. RUU #intel ini menurut Saya dapat dibilang makin mengukuhkan Sistem Peradilan Pidana, HAM, Demokrasi & Kebebasan Sipil.
  16. Ketidaksetujuan yang tersisa di publik, dimafhumi karena bacaan situasi yang terbatas & kelambatan update berita.
  17. Mereka para mahasiswa BEM dari bagai daerah yang tanya ke Saya juga mengakui, mereka gak baca draft & tidak tekun ikuti proses.
  18. Semoga Bermanfaat tuit’s Saya tentang RUU #intel yang akan disahkan besok.

*)https://twitter.com/#!/AryaSandhiyudha

ikutip dari: http://www.pks-diy.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s