Si Pagi..

Pagi ini aku masih saja terbaring di atas ranjang. Pagi-pagi ini aku sudah merasa bosan. Mungkin Karena pekerjaan pertamaku dimulai dari menyelesaikan pekerjakan rumah tangga. Hah!

Jujur saja aku senangnya pagi ini habis sholat subuh membaca. Apakah itu membaca Al-Qur’an atau buku. Yang penting aku suka pagi-pagi begitu dan memang kebiasaanku begitu. Tapi hari ini lain, karena pembantu dirumahku pulkam, maka aku yang menggantikan tugasnya mulai dari mencuci piring, menyapu, menanak nasi dan mengiris mentimun untuk minuman Es Mentimun yang akan disuguhkan nanti ketika para tamu lebaran datang.

Selain pekerjaan dapur yang bagiku setumpuk itu, ada lagi pekerjaan kantor menyiapkan gambar detail perumahan pariaman. Arsitek adalah karier favoritku.

Ada lagi amanah dakwah. Ada banyak yang harus aku selesaikan sebelum masuknya Mahasiswa baru. Menyusun rencana strategis.

Dan juga termasuk menyelesaikan buku pertamaku. Kapan ya terbitnya? “Dasar” gumamku dalam hati, “belum apa-apa sudah mikirin kapan terbitnya”.

Selain itu masih ada lagi agenda-agenda wajib pribadiku.., semua yang di adalah pekerjaan favoritku, kecuali pekerjaan dapur!

Entah kenapa aku kurang suka sekali pekerjaan dapur. Mungkin karena aku lelaki tulen kali ya? Hahaha, emang kalau laki-laki yang suka kerja di dapur banci ya? Ada-ada saja pikiran aku ini. Seperti kata temanku, “kalau saat ini kita kurang suka dengan dapur, mungkin habis nikah nanti akan berubah, karena pastinya kamu tidak akan tega melihat istrimu membanting tulang saban hari disana. Sekali-kali bantu cuci piring kenapa.” Begitu kata temanku, seingatku. J

Dan aku masih saja tetap terbaring, dan sepertinya berat sekali untuk bangun. Untung saja aku belum punya Istri, kalau sudah, bisa disiram aku, atau dijewer, itu kalau aku punya istri galak kayak monster. Iii.. Seram. Semoga saja istriku nanti orang yang penuh kasih sayang, yang membangunkanku dengan penuh cinta.. aciileeee… hayalanku.. hehehe aku tersenyum seolah melupakan tugas dapur.

Sekarang sudah pukul setengah enam pagi. Aku telat bangun. Awal subuh telah berlalu setengah jam yang lalu. Mungkin ini akibat dosa yang aku perbuat kemaren. Atau karena bergadang nonton pertandingan Iran vs Indonesia yang mana Majapahit harus bertekuk lulut dibawah kehebatan Persia 3-0.  makanya aku telat bangun.

Aku paksakan diri untuk bangun, untuk bersegera melepaskan jeratan syaitan. Lalu membaca do’a bangun tidur. Sebelum ke kamar mandi aku usap terlebih dahulu bekas tidur dari wajahku seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw. kata Imam An Nawawi ini untuk menghilangkan rasa kantuk. Dan ada juga yang menyebutkan untuk menghilangkan kemalasan.

Selepas sholat subuh aku bertilwah sedikit. Dua halaman cukuplah. Lalu bersiap-siap membanting tulang –berlebihan banget- menyelesaikan pekerjaan dapur. Ajaran Rasulullah saw. sangat luar biasa. Dengan mengikuti sunnah bangun tidur rasa malas enggan mendekat. Padahal aku tadi rada-rada malas.

Malas dan bosan adalah teman syaitan. Sementara Rasulullah saw. adalah kekasih Allah. Jadi jika kita mengikuti sunnah Rasulullah saw. maka akan dicintai Allah. Tentu Allah tidak ingin hamba yang dicintainya dijerat oleh syaitan. Begitu indah hidup jika berkencankan sunnah.

Untuk menemani pekerjaan, aku hidupkan televisi untuk mengetahui dunia hari ini. Apa kabar Indonesia pagi ini? Masih berantakankah?

***

Notes:😀 he… tulisan di atas bukan curhat. Tapi aku sedang latihan nulis cerita. Siapa tahu saja jadi novelis atau cerpenis terkenal. Hehehe…😀 . Judulnya juga aneh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s