Di Akhir-akhir Ramadhan, Marilah Mempersembahkan Amalan Terbaik Kita..

“Maafkan kami Ramadhan. Kepala kami tertunduk malu karena engkau menjanjikan kami berlimpah kebaikan, tapi kami tenggelam dalam kehinaan.”

(Syaikh Adil bin Ahmad, dikutip dari majalah Tarbawi edisi 257)

“Dan Rasulullah saw. pun menangis. Para sahabat pun menangis. Orang-orang shalih sampai saat ini pun menangis. Mereka seakan tak kuasa harus berpisah dengan bulan yang penuh berkah ini. ‘Ya Allah, pertemukan lagi kami dengan Ramadhan selanjutnya’, begitulah do’a mereka.”

Judul di atas bukan bermaksud mengatakan bahwa amalan terbaik haruslah dilakukan pada akhir Ramadhan dan hanya pada bulan ramadhan. Bukan, bukan begitu maksudnya. Bahwa karena Ramadhan akan segera pergi bersama keistimewaannya, dan kita sebagai manusia sering saja lalai akan keutamaan beribadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Maka jangan sampai kita melewati Ramadhan ini dengan kualitas ibadah yang rendahan, tak memiliki ruh dan terasa tak layak untuk diterima Allah swt. Jika hal itu terjadi, sebaiknya cari saja tuhan yang mau menerima amalan rendah seperti itu.

Ya begitulah seharusnya kita, melakukan amalan ibadah dengan berkualitas agar layak diterima Allah swt. dan agar kita mendapatkan predikat takwa sebagai buah dari ramadhan itu sendiri.

Tulisan ini terinspirasi dari cerita teman saya sewaktu kami ‘Itikaf pada malam 27. Malam 26 kemaren –saat saya tidak ikut- Ustadz Irsyad Syafar berdiri dihadapan para peserta ‘Itikaf lalu menyentakkan hari mereka agar tidak melakukan ibadah dengan malas-malasan dan asal-asalan, “Bahwa hendaklah di akhir-akhir Ramadhan ini kita melakukan amalan terbaik dengan kualitas terbaik, jika tidak demikian, maka carilah Tuhan selain Allah yang mau menerima amalan-amalan tersebut.” Kira-kira seperti itulah teman saya menjelaskan apa yang disampaikan Sang Ustadz.

Meski hanya mendengar dari seorang teman, kata-kata itu telah menyentakkan hari saya, membangunkan diri saya yang masih dalam kelalaian. Ustadz Irsyad Syafar menyampaikan pada saat yang tepat, dan mengenai tepat dihati-hati kami peserta ‘Itikaf.

Memang tidak pantas kita sebagai manusia melakukan amalan ibadah yang asal-asalan kepada Allah swt. kapan pun waktunya dan dimana pun kita berada, tidak hanya di bulan Ramadhan saja, hendaknya kita benar-benar dalam beribadah, tidak lalai dalam melakukannya.

Ramadhan adalah bulan penuh berkah dengan segala keistimewaannya. Ada ampunan yang cepat diberikan. Ada pahala yang dilipat gandakan. Ada do’a yang pasti dikabulkan. Ada malam lailatul Qadr yang selalu dirindukan oleh banyak manusia. Dan keistimewaan-keistimewaan lainnya. Semua itu tentu tidak bisa kita dapatkan selama kita masih lalai dalam beribadah kepada Allah swt. dan selama kita masih bermaksiat kepada Allah dibulan ini Ramadhan ini.

Maka, mari kita menjalankan ibadah di bulan ramadhan ini dengan penuh khidmat. Agar amanat Ramadhan untuk kita menjadi orang bertakwa tercapai.

“Ya Allah, ampuni hamba yang tengah lalai, Engkau janjikan hamba berlimpah kebaikan, namun hamba tetap dalam kelalaian. Astaqhfirullahal ‘azhim…”

***

Tulisan ini dibuat teruntuk mengingatkan diri penulis sendiri, dan juga sebagai sarana berbagi dengan pembaca sekalian. Semoga bermanfaat. MARI TINGKATKAN LAGI AMALAN IBADAH KITA.

One thought on “Di Akhir-akhir Ramadhan, Marilah Mempersembahkan Amalan Terbaik Kita..

  1. ada seorang insyinyur di pekerjaan nya sebagai kontraktor dimasa akhir masa tua yang ia jalani setelah puluhan tahun dan banyak karya yang ia kerjakan dan di lakukan tibalah masanya menghadap pimpinan perusahaannya agar mengajukan permintaan agar ia akan mengajukan masa pensiun untuk jabatan dan amanahnya maka dialog pun muncul ;
    pimpinan : apakah antum sudah bulat untuk siap beristirahat ..?
    insyinyur : ya pak, karena saya sudah lama untuk melakukan amanah ini sudah puluhan karya yang saya sudah persembahkan untuk peusahaan ini.. dan umur pun sudah lanjut untuk melanjutkan …
    pimpinan : baik, lah kalau itu permintaan antum, maka ana ada 1 syarat untuk itu
    insyinyur : baik, pak saya terima syarat nya ..
    pimpinan : tolong buat satu Rumah yang mana spesifikasinya terlampir dalam rencana kerja syarat dan waktu yang di tentukan …
    insyinyur : baik pak….
    ……masa berlalu dan pekerjaan itu berjalan …. ternyata pekerjaan itu selesai lebih cepat yang telah direncanakan di karenakan beberapa hal ; yang jelas karena suasana hati telah bosan untuk di pekerjaan tersebut… dan hasil pun asal-asalan seharusnya spek beton nya 4 dibuat menjadi 2 seharusnya 3 dibuat 1 dan itu menyebabkan kualitas bangunan itu tidak baik dan waktu pengerjaan itu pun dapat cepat diselesaikan….
    insyinyur : pak, saya telah menyelesaikan tugas terakhir yang telah disepakati u menjadi syarat akan saya beristirahat di perusahaan ini….
    pimpinan : baik, lah karena antum sudah sekian lama dan banyaknya jasa yang telah membesarkan perusahaan ini maka , kami selaku pimpinan untuk memberikan rumah itu sepenuh nya untuk antum agar dapat dipergunakan semaksimal mungkin …
    insyinyur : …???
    ……. si insyinyur ter menung sekian lama atas ucapan terakhir dari pimpinan bahwasanya rumah terakhir yang ia buat ternyata diperuntukan untuknya…aduh sungguh dalam nya penyesalan si insyinyur tersebut atas tindakannya .. coba ia tahu dari awal seandainya ia tahu tentu pekerjaan terkhir yg ia buat maka ia akan lebih cermat dan terbaik u di kerjakan tetapi apa daya rumah itu terlanjur selesai dikerjakan….

    begitulah manusia beribadah kepada Allah bosan, asal-asalan dan sembarangan … padahal ia tidak tahu bahwa pekerjaan nya itu akan kembali manfaatnya kepadanya … allah Maha Mulia dan Maha kuasa .. akan kah menerima ibadah yang asal-asalan dan sembarangan, akan kah pantas kemuliaan itu disandingkan dengan amalan yang jelek buruk dan tak berkualitas …. maka jika amalan jelek dan tidak berkualiatas– silahkan cari Tuhan selain Allah untuk amalan tersebut……cari lah Tuhan -Tuhan Lain yang sebanding dengan amalan tersebut……!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s