Dalil Penegasan, Bahwa Rasulullah saw. adalah Nabi Terakhir

“Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi”

(QS. Al-Ahzab: 40)

Sejak mencuat dan ramainya kasus paham Ahmadiyah yang mengakui bahwa adanya Nabi setelah Nabi Muhammad saw. membuat sebagian umat ini menjadi terpengaruh, terbukti dengan adanya mereka yang berpindah kepada keyakinan Ahmadiyah. Dan ada juga yang mengatakan “Bisa Jadi” meski mereka tidak ikut masuk ke Ahmadiyah. Lalu ada juga yang cuek tidak peduli dan enggan menunjukkan sikap penolakkannya terhadap kesesatan ajaran Ahmadiah.

Disatu sisi begitu banyak juga Umat Islam yang meyakini bahwa tidak ada lagi Nabi setalah Muhammad saw. namun minim pengetahuan tentang dalilnya. Mereka rata-rata mengetahuinya ketika di pengajian atau melalui diskusi atau pernah membaca dalilnya melalui buku, majalah, surat kabar, atau bahkan di situs Islami di internet, tapi lupa-lupa ingat dalilnya apa.

Karena itu saya berinisiatif mencantumkan dalil-dalil yang menegaskan bahwa Rasulullah saw. adalah nabi terakhir dan penutup para nabi.

Berikut dalil-dalilnya termasuk dali Al-Qur’an di atas,

1. Rasulullah saw bersabda:

“Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (HR. Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).

2. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi Muhammad saw bersabda,

“Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan mereka ta’juk lalu berkata: ‘kenapa kamu tidak taruh batu ini.?’ Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup Nabi-nabi” (HR. Muslim)

3. Nabi Muhammad saw bersabda,

“Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku” (HR. Abu Daud)

4. Khutbah terakhir Rasulullah …

” …Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan datang sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan lahir.Karena itu, wahai manusia, berpikirlah dengan baik dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah, contoh-contoh dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan pernah tersesat …”

5. Rasulullah saw bersabda,

“Suku Israel dipimpim oleh Nabi-nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku (HR. Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

6. Rasulullah saw bersabda,

“Posisiku dalam hubungan dengan nabi-nabi yang datang sebelumku dapat dijelaskan dengan contoh berikut: Seorang laki-laki mendirikan sebuah bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung, tetapi dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempat sebuah batu yang belum dipasang. Orang-orang melihat sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi keindahannya, tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang dari lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan aku adalah yang terakhir dalam jajaran Nabi-nabi”. (HR. Bukhari dalam Kitab-ul-Manaqib).

7. Rasulullah saw bersabda,

“Allah telah memberkati aku dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi terdahulu: – Aku dikaruniai keahlian berbicara yang efektif dan sempurna. – Aku diberi kemenangan karena musuh gentar menghadapiku – Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. -Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga telah menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam agamaku, melakukan shalat tidak harus di suatu tempat ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya dengan tanah jika air untuk mandi langka. – Aku diutus Allah untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia. – Dan jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (HR. Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah)

8. Rasulullah saw bersada,

“Saya Muhammad, Saya Ahmad, Saya Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan melalui aku; Saya Pengumpul, Manusia harus berkumpul pada hari kiamat yang datang sesudahku. (Dengan kata lain, Kiamat adalah satu-satunya yang akan datang sesudahku); dan saya adalah Yang Terakhir dalam arti tidak ada nabi yang datang sesudahku”. (HR. Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada’il, Bab Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul-Adab, Bab Asma-un-Nabi; Muatta’, Kitab-u-Asma-in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim, Kitab-ut-Tarikh, Bab Asma-un-Nabi).

9. Rasulullah saw bersabda,

“Allah yang Maha Kuasa tidak mengirim seorang Nabi pun ke dunia ini yang tidak memperingatkan ummatnya tentang kemunculan Dajjal (Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam masa mereka). Aku yang terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi dan kalian ummat terakhir yang beriman. Tidak diragukan, suatu saat, Dajjal akan datang dari antara kamu”. (Ibnu Majah, Kitabul Fitan, Bab Dajjal).

10. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: “Saya mendengar Abdullah bin ‘Amr ibn-’As menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dan bergabung dengan mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah beliau akan meninggalkan kita. Beliau berkata: “Aku Muhammad, Nabi Allah yang buta huruf”, dan mengulangi pernyataan itu tiga kali. Lalu beliau menegaskan: “Tidak ada lagi Nabi sesudahku”. (Musnad Ahmad, Marwiyat ‘Abdullah bin ‘Amr ibn-’As).

11. Rasulullah saw bersabda:

“Allah tidak akan mengutus Nabi sesudahku, tetapi hanya Mubashirat”. Dikatakan, apa yang dimaksud dengan al-Mubashirat. Beliau berkata: Visi yang baik atau visi yang suci”. (Musnad Ahmad, marwiyat Abu Tufail, Nasa’i, Abu Dawud). (Dengan kata lain tidak ada kemungkinan turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang. Paling tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi dari Allah, dia akan menerimanya dalam bentuk mimpi yang suci).

12. Rasulullah saw bersabda,

“Jika benar seorang Nabi akan datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin Khattab”. (HR. Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib).

13. Rasulullah SAW berkata kepada ‘Ali, “Hubunganmu denganku ialah seperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku”. (HR. Bukhari dan Muslim, Kitab Fada’il as-Sahaba).

14. Rasulullah SAW bersabda,

“Di antara suku Israel sebelum kamu, benar-benar ada orang-orang yang berkomunikasi dengan Tuhan, meskipun mereka bukanlah NabiNYA. Jika ada satu orang di antara ummatku yang akan berkomunikasi dengan Allah, orangnya tidak lain daripada Umar. (HR. Bukhari, Kitab-ul-Manaqib)

15. Rasulullah SAW berkata: “Tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut nabi baru apapun”. (HR. Baihaqi, Kitab-ul-Rouya; HR. Tabran

Semoga dalil-dalil di atas semakin menguatkan keimanan kita kepada Allah dan tidak menggoyahkan keyakinan kita bahwa tidak ada lagi Nabi dan Rasul setelah Rasulullah Nabi Muhammad saw.

Referensi: http://syiarislam.wordpress.com/

One thought on “Dalil Penegasan, Bahwa Rasulullah saw. adalah Nabi Terakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s