Di Tepi Sungai Nil..

Suatu hari saya (Hasan Al Banna) berjalan-jalan melewati tepi sungai Nil. Di sana terdapat banyak pekerjaan yang sedang membuat kapal layar.

Pekerjaan membuat kapal layar ini memang banyak terdapat di Mahmudia. Saya perhatikan salah seorang pemilik kapal yang sedang dibuat itu menggantungkan patung orang telanjang dengan etika dan moral. Apalagi di tempat ini banyak sekali kaum wanita yang bolak-balik mengambil air.

Apa yang saya lihat ini cukup menggelisahkan. Akhirnya saya pun segera pergi melapor kepada aparat setempat -ketika itu mahmudia belum menjadi sebuah kota pusat administratif- untuk mengadukan hal itu. Aparat itu menanggapi dengan serius dan seketika itu pula ia pergi bersama saya untuk memberikan peringatan kepada pemilik kapal tersebut dan memerintahkan agar menurunkan patung saat itu juga. tidak hanya itu yang dilakukan oleh aparat tersebut, bahkan keesokan harinya ia datang ke sekolah dan menyampaikan berita mengenai kejadian itu kepada kepala sekolah dengan penuh kegembiraan dan ketakjuban.

Kepala sekolah saat itu adalah seorang pendidik yang sangat terhormat. Beliau adalah Ustadz Mahmud Rusydi yang sekarang ini menjadi seorang tokoh di jajaran kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dia memberikan sambutan pada upacara pagi kepada para siswa dengan memberikan dorongan kepada mereka agar selalu memberikan nasehat kepada sesama serta berupaya untuk menolak kemungkaran di mana saja berada.

Kelihatannya perhatian semacam ini sudah jarang terjadi pada saat sekarang, apalagi banyak aparat dan penguasa yang sudah tidak peduli terhadap hal-hal yang demikian. Hal itu tentu sangat disayangkan.

 

(Catatat Asy Syahid Hasan Al-Banna di dalam bukunya “Muzakkirat Ad-Dakwah wa Ad-Da’iyah” ()Memoar Hasan Al-Banna

Semoga aparat pemerintahan dan siapa saja dapat terinspirasi dari kisah di atas dan mengambil hikmah di dalamnya.

5 thoughts on “Di Tepi Sungai Nil..

  1. klo sekarang, boro2 patung telanjang, judi, pelacuran,miras dll yg jelas2 haram di depan mata, tak di gubris, apalagi patung begitu, weleh malah jadi tontonan..bawa nama seni lagi katanya..emang sekaran harus dimulai dr 3 M don..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s