Robohkan Dakwah

Agaknya para da’i perlu sering diingat-ingatkan bahwa dirinya bisa merobohkan dakwah jika salah dalam bersikap dan bertingkahlaku di dalam masyarakat.

Seorang da’i harus benar-benar menyadari ini dan tidak bertindak serampangan, apalagi ketika dirinya merasa sakit hati, apatah itu sakit hati karena keragaman dalam harakah yang tidak berpihak pada dirinya atau di depak dari harakah karena sikapnya yang indisipliner yang dilarang harakah.

Salah satu penyakit hati yang dapat merobohkan dakwah adalah “Merasa Berjasa”, ini merupakan penyakit yang berbahaya yang lahir dari rahim “sakit hati.” Jika seorang da’i telah merasa berjasa, merasa bahwa “saya yang mendirikan harakah ini,” “saya yang membesarkannya” tentu hal ini akan melahirkan kebutaan hati, sehingga hatinya tidak dapat lagi melihat dengan jernih, dikuasai oleh banyak prasangka, kemudian keikhlasannya kepada Allah mulai memudar

Selanjutnya kebutaan hati dan tertutupnya pikiran akan dapat membuat sang da’i bertindak membabi buta. Mengumbar fitnah bahkan berusaha mencari-cari cela harakah yang kemudian untuk dia hancurkan. Tindakkan semacam ini tidak lebih dari tindakan bodoh, seperti orang yang tak berilmu. Penuh dengan nafsu tanpa pikiran yang sehat.

Jika seorang da’i benar-benar berdakwah karena Allah swt, tentu dia tidak akan berniat menghancurkan harakah. bertindak serampangan dan membahayakan jamaah.

Namun pada akhirnya, melalui perenungan, saya berkesimpulan, semua ini akan tetap terjadi sebagai ujian keimannan dan kesolidan jamaah, seorang da’i juga manusia, mereka manusia biasa yang tak luput dari salah, khilaf atau kesesatan hasutan syaitan.

Jika orang-orang barisan sakit hati muncul dan hendak menghancurkan harakah, maka itu tandanya sebagai cobaan bagi kita. sebagai ujian kelayakan “Apakah pantas kita memimpin negeri ini.”

Jika kita dapat melalui ujian berat ini dengan sabar dan tawakal, tentu pertolongan Allah akan semakin dekat dan memenangkan kita.

6 thoughts on “Robohkan Dakwah

  1. atas alasan itulah saya mengurungkan niat utk berdakwah. cukup di kalangan keluarga kecil saya. saya tak bisa menghindar dari sikap “ria”🙂
    salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s