Garam Kehidupan

Seorang anak muda sedang dirundung masalah yg sangat berat,ia baru saja dkeluarkan dari tempat kerjanya dan tunangannya pun memutuskan  hubungan dengannya. Ia merasa sudah tidak berharga lagi dalam hidup. Ia berdiri di tepi sebuah jurang dan ingin mengakhiri hidupnya. sebelum rencananya terlaksana,seorang kakek penggembala kambing menghampirinya.

“mengapa kamu berdiri di pinggir jurang?,kalau jatuh kan bahaya,” kata sang kakek.

“aku ingin bunuh diri,tidak ada gunanya lagi aku hidup.” kata pemuda itu.

“tunggu dulu,memangnya ada persoalan apa anak muda,hingga kau ingin bunuh diri ? ” kata sang kakek dengan sabar. pemuda itupun menceritakan semua yg ia alami. kakek itu pun mendengarkannya dengan saksama . setelah berdialog beberapa sa’at,kakek itu mengajak pemuda tersebut kerumahnya.Pemuda itu pun mengurungkan niatnya dan ikut bersama kakek tersebut.

“lihatlah garam ini !, akan ku masukkan dalam gelas yg berisi air. aduk sampai larut dan minumlah ! ” kata kakek itu dengan tenang. Pemuda itu hanya menurut saja perintah si kakek.

“Buahhh..” pemuda itu memuntahkan minumannya, “asin sekali,kek.”. Sang kakek hanya tersenyum. Kemudian pemuda itu diajak ke tepi telaga di belakang rumah. lalu larutan garam di dalam gelas dimasukkannya ke dalam telaga bercampur dengan air telaga.

“sekarang ambillah air itu dan minumlah ! ” kata sang kakek. “bagaimana rasanya?”

“segar sekali”

“masih adakah rasa asin dari garam?”

“tidak ” kata pemuda itu dengan mantap.

“seperti itulah masalah yang kamu hadapi. garam itu ibarat permasalahanmu sedangkan air dalam gelas dan telaga ibarat hatimu. Semua permasalahan yg menimpamu,tanggapilah dengan hati yg lapang,anggaplah itu sebagai ujian untuk meningkatkan kualitasmu.”

***

Dalam  kehidupan  ini, kita pasti pernah menjumpai permasalahan,penderitaan dan kesulitan. Jika kita menyikapinya dengan hati dan pikiran yg sempit,kita akan merasakan permasalahan tersebut sebagai sesuatu yg sangat tidak mengenakkan dan menyakitkan.

Jika kita mau berfikir secara luas dan berlapang dada,kita akan mendapati bahwa masalah tersebut tidak serumit dan seberat yang kita bayangkan.Kita menganggap permasalahan tersebut sebagai dinamika kehidupan dan proses yang memang harus kita jalani untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan kita .Apa lagi jika kita memiliki impian yang besar,permasalahan yang kita hadapi pastinya lebih berat dan lebih sulit lagi.

Hal yang perlu kita persiapkan adalah MENATA HATI dan FIKIRAN agar senantiasa lapang dan bisa menerima semua proses menuju kesuksesan !!!.

 

Tulisan di atas Diambil dari buku “Sukses Itu Wajib Hukumnya”. Penulis Agus Susanto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s