Mari Kenali Gempa Bumi Dan Tsunami

Menarik apa yang disampaikan oleh Mas Isa Alamsyah, beliau menulis catatan yang berjudul “Bagaimana Saya Mulai Mengenali Tsunami.”

Kita mulai dari sebuah pertanyaan dan jawaban dalam catatan Mas Isa.

Lalu kenapa setiap anak di Jepang dilatih menyiapkan diri menghadapi gempa tapi di Indonesia tidak? (setidaknya sebelum tsunami).Ternyata bukan karena gempa dan bencana kita kurang dari Jepang tapi kepedulian dan penghargaaan atas nyawa dan kehidupan yang kurang.

Ternyata banyaknya korban gempa dan Tsunami di Indonesia bukan karena dasyatnya gempa dan Tsunami, tapi karena kurangnya pengetahuan kita terhadap gempa dan kurangnya penghargaan kita terhadap nyawa dan kehidupan kita.

Baik kali ini kita akan mempelajarinya, akan saya sampaikan beberapa point tentang gempa dan Tsunami dari catatan mas Isa. Mari kita ketahui dulu apa itu SR (Skala Richter) dan MMI,

1. SR (Skala Ricgter), untuk mengetahu besarnya gempa.

2. MMI, Untuk mengetahui berapa merusaknya gempa itu

Mungkin MMI,i yang banyak tidak diketahui masyarakat. Gempa besar jika di terjadi jauh dibawah tanah tidak dirasakan, sebaliknya gempa lebih kecil bisa merusak jika dekat dengan permukaan tanah. Jadi MMI tidak sepenuhnya sama dengan skala richter.

Sebagai Contoh:

Saya (Mas Isa) teringat ketika meliput pulau sabang, di Aceh.Pulau itu lebih dekat dari pusat tsunami tapi korbannya lebih sedikit. Saat itu ketika air surut ada yang bilang, kalau ada gempa air surut nanti akan ada ombak besar datang, akhirnya mereka naik ke bukit. Informasi itu setidaknya menyelamatkan beberapa nyawa. Didukung countur tanah Sabang yang berbukit. (Ketika saya wawancara orang tersebut dia bilang dia tahu itu ketika ikut seminar gempa di Sulawesi).

Itu juga yang terjadi di sebuah pulau lain (saya lupa namanya, karena yang meliput teman yang lain). Pulau itu termasuk terdekat pusat gempa tapi korbannya sedikit. Di sana ada pengetahuan dari turun-temurun yang diketahui masyarakat bahwa kalau ada air surut setelah gempa akan ada ombak besar datang.(Khabarnya mereka tahu itu sejak penjajahan Jepang).Pengetahuan ini yang tidak diketahui masyarakat Banda Aceh dan kebanyakan kota besar dulu. Bahkan ketika air surut banyak rakyat yang turun ke pantai karena banyak ikan tergelepar di pantai yang tiba-tiba surut.

 

MARI KITA KENALI TSUNAMI

Tsunami di Indonesia pada umumnya adalah tsunami lokal, dimana waktu antara terjadinya gempa bumi dan datangnya gelombang tsunami antara 20 s/d 30 menit (gugling.com/kenali-ciri-ciri-tsunami.html).

Agar tidak timbul korban yang lebih banyak, kita harus mengenali ciri-ciri tsunami.Tanda-tanda akan datangnya tsunami di daerah pinggir pantai adalah:

1. Air laut yang surut secara tiba-tiba (Terjadi di Aceh).

2. Bau asin yang sangat menyengat.

3. Dari kejauhan tampak gelombang putih dan suara gemuruh yang sangat keras (Ini juga terjadi ketiika saya (Mas Isa) meliput tsunami di pantai Pangandaran 17 Juli 2006, mereka bilang seperti ada suara pesawat tempur menyerang dan mereka melihat ada garis putih di laut mendekati). Ciri-ciri ini juga penting untuk menghindari banjir bandang di sungai. Pokoknya kalau di sungai dengar gemuruh, langsung saja menyingkir (ini juga saya tahu ketika meliput banjir bandang di Bahorok di Bukit Lawang Sumatera Utara pada 2 Nopember 2003.

Tsunami terjadi jika :

* Gempa besar dengan kekuatan gempa > 6.3 SR

* Lokasi pusat gempa di laut

* Kedalaman dangkal < 40 Km

* Terjadi deformasi vertikal dasar laut

 

Pesan Mas Isa Alamsyah untuk kita,

“Kita tidak bisa melawan alam, tapi kita bisa meminimalisir korban dengan pengetahuan.”

“Kita tidak tahu kapan ada bencana alam, tapi kita bisa mempersiapkan diri dengan pelatihan.Kita tidak bisa melarang tsunami atau gempa bumi tapi kita punya komunikasi yang bisa meminimalisir korban.Tsunami bisa melaju dengan kecepatan 800km/jam di air. Gelombang gempa bisa melaju dengan kecepatan 3200km/jam di dalam tanah. Tapi signal radio bisa menembus kecepatan 300.000 km/ detik. Artinya tetap ada kesempatan untuk peringatan (Tim Radford: The Guardian).”

“Bencana pasti datang?Pilihan kita hanyalah kita ingin lebih siap menghadapinya atau berpikir “lihat saja nanti”.”

Semoga Allah melindungi kita

Wallahu ‘Alam bish-shawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s