Akankah Kita Harus Menunggu Terpuruk Dulu Baru Kita Bangkit?

Sudah 13tahun lebih Usia Reformasi. Namun masa transisi dari rezim orde baru ke era reformasi ini belum juga berjalan mulus. Jalan perubahan dan perbaikan masih tersendat-sendat dan macet di tengah lubang-lubang jalanan. Apa sebenarnya yang terjadi?? bukankah pada tahun 1998 Langit dan bumi, darah dan air mata bahkan Tuhan telah bersaksi bahwa kita sepakat untuk melakukan perubahan dengan bersama-sama? lalu dimana dia reformasi yang kita cita-citakan? lalu dimana dia kebersamaan itu? ternyata cita-cita dan kebersamaan untuk perubahan ke lebih baik itu masih tertinggal di belakang, karena setelah peristiwa reformasi 1998 itu kita semua pulang ke rumah tanpa membawa semangat cita-cita dan kebersamaan itu, kecuali sebagian kecil yang paham bahwa cita-cita ini tidak boleh ditinggalkan di tengah jalan.

Seperti yang dikatakan Ustadz Anis Matta “Ada masalah dalam bangsa kita”
1. masalah konsistensi,Mereka yang merentas jalan, mereka pula yang merubuhkan panggungnya sendiri.
2. rakyat ini tidak punya firasat. kalau rakyat tidak mempunyai firasat terhadap orang yang mereka calonkan, itu berarti mereka tidak mengenal dirinya sendiri, lalu Ustadz Anis Matta mengutip sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda, “Kalau Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengangkat orang yang terbaik dari kaum itu sebagai pemimpin mereka; dan kalau Allah membenci suatu kaum, maka Dia akan mengankat orang yang terjahat menjadi pemimpin kaum itu.”

Para pemimpin bangsa ini masih dalam kegamangan untuk menentukan arah bangsa, sehingga rakyat pun merasa gamang dengan situasi saat ini. ketika keterpurukan itu datang, maka pemerintah beramai-ramai memanggil rakyat untuk berjuang, namun setelah keterpurukan itu berlalu, maka pemerintahan pun beramai-ramai melupakan rakyat.

Begitu juga rakyat, mareka tampak lugu, mereka tidak menyadari bahwa seperti apa model bangsa ini ke depan tergantung model mereka hari ini. jika rakyat sering melakukan maksiat, kerusakan moral, perpecaha, korub kecil-kecilan baik dalam kerja maupun pemilu, maka seperti itu jugalah para pemimpin bangsa kita kedepannya, dihuni oleh para koruptor dan perusak moral. begitulah bangsa kita sekarang. antara Pemimpin dan rakyat sudah tidak ada lagi wibawa. mereka jual wibawa dan harga diri demi perut dan syahwat hewani.

entahlah, sampai kapan semua ini akan terus berlalu. apakah kita harus menunggu keterpurukan dulu baru segera bangkit?
apakah kita harus menunggu pemimpin diktator plus zhalim dulu baru kita tersadarkan bahwa kita sedang ditindas?
apakah kita akan menunggu dijajah dulu baru kita mengatakan sumpah SATU TANAH AIR, SATU BANGSA, SATU BAHASA?

Ini ada nasehat yang bijak untuk diri saya sendiri dan untuk anda.

Wahai saudaraku, wahai putra putri bangsa. hari ini dan kedepannya bangsa ini membutuhkan uluran tangan kita sejak lama. mungkin mereka tidak percaya bahwa ISLAM ADALAH SOLUSINYA, maka kita harus menjawab ketikdak percayaan itu dengan kerja nyata bahwa ISLAM ITULAH SOLUSI BANGSA KITA.

Rakyat kita membutuhkan para pemimpin yang cerdas, berhati nurani, yang loyal kebenaran dan keadilan. maka singkirkanlah semua kemunafikan dan ego. singkirkan semua perbedaan antar Ormas dan parpol Islam, Mari ambil kesamaan kita dalam membangun bangsa dan menegakkan kalimat Allah. lalu perbaikilah diri mulai hari ini. dan bekerjalah sekuat tenagamu, karena arah bangsa ini kedepan ditentukan oleh keadaan generasinya sekarang

Teruslah Berjuang dan Bekerja menuju kemenangan.
janganlah menunggu keterpurukan dulu, Mari berjuang bersama-sama, karena Allah telah lama meridhoi perjuangan kita.

“Sudah Saatnya Kita Berfikir Bahwa kita Yang Merentas Jalan, Kita Juga Yang Akan mengisi Panggung Itu Seterusnya” begitu kata Ustadz Anis Matta

 

Dulu diposting di: http://www.facebook.com/note.php?note_id=405356582622

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s