8 Pesan Untuk Kader Dakwah

Pesan 1.
Prof. Dr. H. Irwan Prayitno—>”Teko yang kosong tidak akan pernah mengisi gelas-gelas di sekitarnya, maka isilah teko trsebut. Seperti itulah kita, jika tak berilmu maka tak mungkin kita bisa membagi-baginya kepada orang sekeliling kita, maka tuntutlah ilmu sampai nanti ajal yang menghentikan.”

Pesan 2
“Kemampuan menahan diri (imsak) itulah yang membuat khutuwat (langkah-langkah) kita munazhomah
(teratur), tertib, terencana, jelas arahnya, jelas targetnya, dan jelas sasarannya. Tanpa kemampuan pengendalian diri, banyak potensi berhamburan tidak terarah. Banyak potensi tidak produktif.
Pengendalian diri yang saya maksud adalah meliputi kemampuan menahan diri dalam segala sepak terjang kehidupan kita”

Pesan 3
Kita kader2 dakwah hrs mndorong agar bangsa ini mengikuti sunnatullah. Mengikuti fitrahnya yaitu fitrah prubahn & pmbaharuan.
Semuany hrs berubah, mustahil tdk brubah. Jk tdk mau berubah, dia akan mnjadi korban prubahan. Akan digilas oleh perubahan.
Makanya kalau kita tdk mau mnjadi korban prubahan, kita hrs mnjadi pelopor prubahan & pembaharuan.
Semangat prubahan & pembaharuan adalah bagian penting dari gerakan dakwah”

Pesan 4
KH. Hilmi Aminuddin, Lc.—> “Dakwah harus walitundzira ummal quraa’ agar dapat mempengaruhi pusat kekuasaan dan pusat perubahan, serta men-shibghah (mewarnai) pusat-pusat pengambil keputusan. Kenapa mesti demikian? Jawabannya adalah karena Islam menginginkan perubahan yang sistemik bukan perubahan yang parsial dan tambal sulam. Jika kita menjauhi atau bahkan membenci perjuangan dakwah menuju pusat kekuasaan, pusat perubahan dan pusat pengambil keputusan. Kita akan menjadi umat yang termarginalkan, tersisih, tidak berperan, dan tidak diperhitungkan. Umat hanya akan menjadi komoditi nonmigas di saat-saat pemilu dan pilkada, dan tidak menjadi umat yang menentukan perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara.”

Pesan 5
“Persatuan & kesatuan bangsa ini jgn sampai dirongrong, dirusak, dicerai-beraikn oleh agenda2 yg diprogram dari luar yg menghendaki perpecahan. Kita harus menjadi jundullah
(prajurit-2 Allah) terdepan dlm mpertahankn persatuan & ksatuan bangsa & negeri ini. Karena negeri ini adalah anugerah besar dari Allah yg harus kita syukuri. Sehingga mampu memberi kontribusi positif dlm pergaulan antar bangsa dlm khidupan
global.”

Pesan 6
“Kemenangan sejati yang paling mendasar dan substansial adalah jika kebenaran tetap bersemayam di hati kita. Tidak terkontaminasi oleh racun-racun kehidupan, tidak tergoda oleh iming-iming apapun bentuknya, yang membuat hati kita diisi oleh nilai-nilai lain selain nilai
kebenaran yang bersumber dari Allah SWT.”

Pesan 7
Terkadang hak-hak pribadi tidak dapat kita penuhi. Jangan pernah bertanya kemana yang lain, jangan bertanya kenapa kita sendri, jangan mengingat apa yang akan kita dapatkan, jangan mengingat apa yang telah kita korbankan, karena sungguh Allah telah memilih diri-diri kita maka tetap sabar & ikhlaslah. (Adelina Nasution)

Pesan 8
“Setiap kita mesti berhati-hati dalam bertindak. Terkadang manusia jika diingatkan sesama tidak mempan, pura-pura gak dengar dan menyepelekan. Tugas kita sebagai seorang da’i adalah menyeru, memberikan peringatan, bukan menghakimi. Biarlah Allah yang akan mengambil tindakan terhadap orang-orang yang ingkar kpd Allah. Mari senantiasa membenahi diri, sebelum membenahi yang lain.”

Sumber:

1. http://www.facebook.com/alsiraj#!/note.php?note_id=412118197622

2. http://www.facebook.com/pages/Kita-memilih-dan-memenangkan-PKS-di-Pemilu-2014/102073353795

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s