Berat Memang, Tapi Bisa!!

Mewujudkan cita-cita yang besar bagaikan mendaki sebuah gunung yang tinggi, terjal dengan tebing yang curam, “Berat Memang, Tapi Bisa.” Untuk mencapai puncaknya dibutuhkan banyak bekal, baik fisik, materi, ilmu, kecakapan serta keberanian, dan yang gak kalah pentingnya adalah kesabaran dalam mendaki puncak kesuksesan tersebut dan kemampuan bertahan diatasnya.

Bagi seorang muslim yang cita-citanya adalah ridho Allah swt tentu kelayakan dia untuk mendapatkan ridho Allah harus dites dulu oleh Allah swt. Untuk dapat menhadapi segala bentuk tes dari Allah swt,  tentu ia harus menyiapkan bekal yang banyak karena Allah swt. memberikan tesnya dengan banyak variasi.

Itu adalah salah satu contoh, yang jelas apa pun cita-citanya maka pastilah akan ada ujiannya karena kesuksesan itu tidak bisa didapatkan dengan instan, bahkan dibeli saja tidak bisa apalagi jika hanya dengan duduk-duduk saja untuk meraih kesuksesan itu.

Yang perlu kita ketahui sekali adalah bahwa “Sukses itu Barang Mahal”, jadi ada “harga” untuk mendapatkannya. Barangsiapa yang menginginkan kesuksesan itu maka ia harus mau membayar harga kesuksesan itu sesuai seberapa besar cita-cita yang ia impikan.

Lalu bagaimana ya cara menyiapkan diri dengan kesuksesan itu? Yang pasti bukan uang bahan baku utamanya. Ne.. bahan baku utama yang harus dimiliki oleh orang-orang yang menginginkan sukses:

  1. Ilmu dan wawasannya luas (Mutsaqqaful fikri). Minimal menguasai ilmu dan wawasan pada bidang yang ingin dia geluti
  2. Fisik yang kuat (Qawiyyul jism). Ini juga hal mutlak harus dimiliki. Seseorang akan kesulitan meraih cita-citanya yang besar jika tubuhnya sering sakit-sakitan. Fisik yang kuat maksudnya adalah tubuh yang sehat
  3. Bersungguh-sungguh terhadap dirinya (Mujahidun li nafsih). Ilmu dan tubuh yang sehat tidak akan bias mengantarkan kita menjadi orang yang sukses dunia akhirat tanpa ada kesungguh-sungguhan dalam meraihnya. Ini kunci utama.
  4. Berani dan Sabar. Ini adalah perpaduan yang sangat luar biasa, keberanian itu butuh kesabaran, dan kesabaran itu sangat dekat dengan keberanian. Berani akan mengajak kita untuk berinovasi dan melalukan loncatan-loncatan luar biasa dalam hidup, sementara kesabaran akan mempertahankan keberanian kita untuk melakukan inovasi dan loncatan-loncatan. Bagi saya, sabar itu punya dua makna: defensif dan menyerang.

Bagi sebagian banyak orang 4 hal di atas adalah sulit, sepertinya mudah, tapi prakteknya sulit. Namun itulah harga sebenarnya, seperti mendaki gunung yang tinggi tadi, yang jalannya terjal, dan tebing-tebingnya curam, ditambah lagi ada binatang buasnya. Tapi sekali lagi, itulah harga yang harus kita bayar untuk menikmati pemandangan yang indah di puncak yang tertinggi.

Wallahu ‘Alam bish-shawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s