Memperbaiki Masa Depan Generasi Yang Suram

Seperti kabut yang membatasi penglihatan, seperti gelap yang menghentikan langkah karena tak jua menemukan cahaya. Agaknya seperti itulah gambaran suram masa depan generasi muda kita. Pengangguran bertebaran dimana-mana. Pendidikan, pergaulan dan tontonan telah membayangi masa depan bangsa ini. Kenegatifan lebih mendominasi kepositifan. Makanya banyak lahir jiwa-jiwa yang rapuh, cemen, cengeng, bemental kerupuk, yang hanya diputuskan oleh pacar saja lansung berwasiat akan bunuh diri. Jika tidak lulus UN, maka leher sudah ditiang gantungan, seakan-akan dunia telah kiamat, dan tidak ada lagi jalan kesuksesan hidup.

Budaya-budaya baru yang masuk yang sejatinya tidak relevan dengan semangat kehidupan dan kemajuan bangsa ini telah menjadi budaya yang melekat, dan nyaris tangan-tangan perkasa di atas tidak ada yang bersuara. Kalau ada, paling-paling untuk menyanggah kebenaran. Jikalau pun ada yang membela kebenaran, maka siap-siaplah dikeroyok pendekar kebathilan. Namun aneh, karena rendahnya kualitas generasi bangsa, sering kita tertipu oleh pendekar kebathilan itu. Karena memang mereka menggunakan baju persahabatan, baju kepedulian, baju penghormatan, namun sejatinya baju penghancuran generasi. Kalau boleh saya mengatakan. Mereka tikam kita dengan makanan enak yang beracun atau dengan baju yang telah ditaburi obat gatal yang lambat laun mengerogoti tubuh kita hingga menjadi rapuh.

Sebentar lagi, tidak lama lagi, tahun 2012 akan ada agenda baru “Ekonomi Global”. Saya tidak tahu persisnya baju jenis apa lagi ini. Apakah mudaratnya yang lebih besar atau manfaatnya? Masalah ini ramai diperdebatkan di atas panggung para ekonom. Tapi itu semuanya relative, tergantung kesanggupan dan keuletan para generasi. Karena itulah kita berbicara masa depan generasi.

Menelisik lebih dalam, siapa yang peduli akan masa depan generasi? Ketika ditanyakan hal ini begitu banyak yang angkat tangan tanda peduli, atau minimal memberikan statement burung biar dianggap peduli. Dulu ketika dicanangkan untuk di sahkan RUU Porno aksi dan Pornografi sebagian mereka yang menyatakan peduli tadi atau yang memberikan statement burung tadi angkat bicara bukan untuk mendukung tapi untuk menentang.

Saya mau bertanya? Siapa yang setuju senetron dan perfilman yang tak berbobot moral dan pendidikan kita hentikan dan diganti dengan sinetron dan film yang berbobot moral dan pendidikan? Saya yakin tidak semua mereka yang angkat tangan tadi setuju. biasanya kita sering dengar suara orang ini dengan mengatakan, “Biar rakyat sendiri yang memilih totonannya, rakyat kita sudah cerdas dalam memilih”. Pernyataan apakah itu? Seakan-akan dia sendiri tidak pernah hidup dan melihat kenyataan dilapangan, jelas itu tidak sejalan dengan semangat kehidupan dan kemajuan bangsa ini. Wajar-wajar saja Negara kita seperti ini, yang ngurusnya seperti itu.

Rasanya sudah bosan jika kita membicarakan orang-orang yang munafik seperti itu, “peduli tapi tidak peduli”. Rasanya hanya membuang energi saja membahas dan berdebat dengan mereka. Lebih baik kita berbicara dengan jiwa-jiwa yang masih memiliki hati nurani yang hatinya bersih sebersih jalan hidupnya. Jika kekuatan jiwa-jiwa bersih ini kita kumpulkan, maka akan menjadi keuatan yang nantinya membungkam suara-suara kebathilan yang sok peduli itu.

Saatnya Merubah dan Memperbaiki Warna

Saya tidak akan berpanjang lebar dalam meberikan solusi bagi bangsa kita karena sebernarnya yang kita butuhkan dalam memperbaiki masa depan generasi penerus bangsa ini adalah perbaikan warna kehidupan. Merubah warna yang telah pudar dan usang dengan warna yang lebih cerah dan mengairahkan. Dan itu tidak susah, hanya perlu sedikit kemauan bagi yang enggan, hanya perlu sedikit kelapangan dada bagi yang  menolak. Setelah itu biarkan saja mereka yang begitu peduli bekerja mengecat dinding masa depan bangsa ini dengan warna yang cerah dan menggairahkan.

Itulah solusi bagi masa depan generasi bangsa kita. Cukup dengan merubah warna kehidupan dengan warna yang lebih cerah dan menggairahkan. Sekarang saatnya kita bergerak. Mulailah dengan memperbaiki diri kita terlebih dahulu. Karena warna kepribadian kita akan sangat mempengaruhi kehidupan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s