Rumus Sukses: Pantang Menyerah !!

“Jika anda tidak pernah menyerah, anda adalah pemenang”

(Tony Buzan)

“Jika Timnas Indonesia ingin juara, maka masih ada 90 menit lagi di leg kedua di GBK” kira-kira seperti itulah pernyataan striker Timnas Indonesia BePe (Bambang Pamungkas). Iya, meski kalah 3-0 dengan Malaysia bukan berarti dunia segera kiamat dan harapan untuk menang pupus sudah. Masih ada harapan, masih ada kesempatan selam waktu masih terbentang. Sekarang tergantung seberapa kesungguhan kita meraih kemenangan itu.

Sama halnya dalam kehidupan sehari-hari. Begitu sering kita menemui orang-orang yang berputus asa dalam meraih cita-citanya, bahkan mungkin kita sendiri pernah mengalami hal serupa. Hanya gara-gara suatu permasalahan atau terbentur suatu hambatan yang cukup besar dan berat kita lansung down dan lansung mengatakan”Harapanku pupus sudah”, atau mungkin kita mengekspresikannya dengan kesedihan yang berlarut lalu kehilangan semangat dalam hidup (ajeilah.., kayak orang putus pacaran saja..)

Sahabat, hidup ini adalah kumpulan dari permasalahan, dan berbahagialah bagi kita yang mempunyai permasalahan karena itu menandakan kita hidup, jika kita merasa tidak punya masalah maka itulah sebenarnya permasalahan kita. Maka tanyalah pada diri apakah anda masih hidup?? (hidup sich, tapi mayat hidup..hehehehe…)

Sahabat, sukses yang kita harapkan tidak akan datang dengan instannya. Kemenangan yang ingin kita raih tidak akan datang begitu saja tanpa perjuangan. Makan mie rebus saja harus dibikin dulu dengan usaha memasak (hehehehe, ngedit ungkapan mie instannya mas Setia Furqan Kholid). Butuh perjuangan untuk meraih sukses dunia akhirat. Ada harga yang harus dibayar untuk menikmatinya. Tidak ada yang  instan, tidak ada yang gratis!! So, sekali lagi butuh perjuangan dengan kesungguhan yang telak untuk meraihnya.

Hambatan dan permasalahan itu adalah tantangan, kegagalan bukanlah akhir dari segala-galanya, ia adalah peristiwa yang mengajarkan kita tentang arti kesuksesan, seperti kata Tony Buzan “Jika anda tidak pernah menyerah, anda adalah pemenang.” Rasulullah saw menasehati kita dengan sabdanya “Siapa yang sama keadaannya dengan hari kemaren adalah orang yang merugi.”

Jika awal memulai cita-cita kita begitu bahagia dan semangatnya, lalu esoknya prustasi dan lemah semangat karena kegagalan, bukankah saat itu kita telah menjadi seorang pecundang dan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi?

Mengutip ungkapan om Bepe lagi “jika Indonesia ingin juara ,masih ada 90 menit lagi di leg kedua di GBK”. Artinya selagi kita masih diberi kesempatan hidup oleh Allah, itu tandanya masih ada kesempatan untuk menjadi seorang pemenang. Bergeraklah dan pergunakanlah sisa umur sebaik-baik mungkin untuk menjadi pemenang, agar mendapat title “insan terbaik di sisi Allah swt.”

Bravo Para Pejuang!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s