Memaknai Dakwah Kampus

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita akal untuk berpikir yang membedakan kita dari makhluk lainnya. Dia lah Allah Tuhan yang telah menyempurnakan penciptaan segala sesuatu, mengatur segala kehidupan lalu memberikan rezki kepada setiap makhluk-Nya tanpa kecuali. Maka patutlah bagi kita untuk memuji dan bersyukur kepada-Nya atas kasih sayang-Nya yang tiada duanya.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Rasulullah Muhammad saw, begitu juga kepada keluarga beliau dan sahabat-sahabat beliau serta kepada semua umat muslim yang telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah mempertemukan kita dengan Rasulullah saw dan orang-orang shalih yang telah mendahului kita. Amiin.

Tulisan ini untuk semua kita, semua kita yang berkecimpung di dalam aktivitas Dakwah Kampus. Apakah itu dia kader lama atau kader baru, atau mungkin juga kader yang telah menyelesaikan kuliahnya, yang mungkin bisa mengambil pelajaran dan nasehat dari tulisan singkat ini.

Bagi kader yang telah lama berkecimpung di jalan dakwah kampus, semoga tidak salah lagi dalam memaknai dakwah kampus, bahwa dakwah yang kita lakukan adalah dalam rangka mengajak semua umat manusia terutama di dalam kampus untuk beriman kepada Allah dengan keimanan yang sesungguhnya, dengan tidak mempersekutukan Allah.

Bagi kader yang baru berkecimpung dan bergabung dalam barisan dakwah kampus, semoga dapat memaknai bahwa aktivitas dakwah dan tarbiyah Islamiyah yang dilakukan adalah dalam rangka memperbaiki diri dan mengajak umat manusia ke jalan Allah, mentauhidkan Allah dengan tidak menyekutukan-Nya, lalu memperbaiki akhlak manusia, sehingga terciptanya generasi rabbani yang nantinya mengisi pos-pos kepemimpinan di masyarakat nantinya.

Mulai hari ini mari kita luruskan kembali niat kita, bahwa dakwah yang kita lakukan hanya semata-mata karena Allah swt.. Tiada terbisit unsur lain di dalamnya, apakah itu unsur pamer kehebatan, ingin di puji atau disebut sebaga aktivis, atau terbesit keinginan hanya untuk sekedar mendapat pengamalan organisasi saja tanpa memaknai dakwah ini sesungguhnya karena Allah swt.

Jangan sampai kita termasuk ke dalam barisan aktivis dakwah yang merugi, yang menghabiskan waktu dan umurnya di jalan dakwah, namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari aktivitas  dakwah tersebut melainkan hanya capek dan sedikit pengalaman yang telah dia niatkan. Mungkin dia juga mendapatkan pujian dari rekan-rekan dakwahnya sesuai dengan niatnya, namun dibalik pujian saudaranya itu sesungguhnya Allah sedang mencaci dirinya yang tidak memurnikan dakwah karena Allah swt.

Oh.., betapa meruginya mereka yang telah menghabiskan waktunya dalam kebaikan namun tidak mendapatkan pahala dari Allah karena salah dalam niat dan memaknai dakwah.

Dan betapa beruntungnya mereka yang selalu menyucikan hati dan meluruskan niatnya bahwa dakwah yang dia lakukan hari ini di dunia kampus adalah karena Allah semata, dan dia pun memaknai dakwah ini sebagai aktivitas untuk mengajak manusia ke jalan Allah swt.

Sungguh beruntung para aktivis dakwah yang telah meluruskan niatnya dan paradigmanya tentang dakwah. Jika mereka mati kelak, maka matinya sebagai seorang syuhada. Tersenyumlah wahai kalian yang telah menyucikan diri dengan meluruskan niat hanya kepada Allah, karena sesungguhnya surga telah menantimu..

Allahu Akbar!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s